Alvin Lim.
Sumber :
  • IST

Suara Hati Alvin Lim Ungkap Keraguan Pegi Setiawan Pelaku di Kasus Vina Cirebon Langsung Tertangkap Beberapa Hari: 8 Tahun Kemana Saja?

Jumat, 21 Juni 2024 - 15:57 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan Vina yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016 silam kembali mencuat ke publik. Kasus pembunuhan Vina Cirebon membuat berbagai pihak ikut berkomentar termasuk advokat Alvin Lim yang mengungkapkna suara hati atas kasus tersebut.

Kasus pembunuhan Vina yang terjadi pada 8 tahun lalu dinilai masih penuh dengan kejanggalan dan menyimpan tanda tanya besar.

Sementara itu, nama Pegi Setiawan ikut menjadi sorotan karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

Dikutip dari YouTube Uya Kuya TV pada Jumat (21/6/2024), pengacara ternama Alvin Lim mengaku aneh dengan dua nama DPO yang disebut fiktif atau tidak ada.

Selain itu, Alvin Lim juga meragukan penangkapan Pegi Setiawan dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

Pegi Setiawan bisa langsung ditangkap oleh pihak kepolisian setelah beberapa hari kasus Vina Cirebon kembali viral.

"Bayangkan saja 8 tahun ada DPO tiga, tidak pernah diperiksa dan tidak pernah dicari, buktinya ketika ini jadi viral, hitungan hari Pegi tertangkap," ujar Alvin.

Alvin Lim menilai bahwa seharusnya Pegi Setiawan bisa ditangkap pada saat tahun 2016 silam jika memang terlibat dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

"Hitungan hari langsung ada orangnya, 8 tahun kemana saja? Kalau mau cari seberapa susahnya sih, teroris saja yang jago dan sudah kabur, kalau mau dicari bisa ketemu," kata Alvin.

Masih penuh dengan kejanggalan, Alvin Lim berharap agar kasus pembunuhan Vina di Cirebon yang terjadi 8 tahun lalu bisa segera menemukan titik terang. 

Sebelumnya  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menyebut penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Muhammad Rizky atau Eky di Cirebon mulai 2016 hingga sekarang berjalan secara transparan, penuh kehati-hatian, dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

"Proses ini berjalan dengan sangat transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi, sesuai dengan arahan Presiden. Atensi dari Bapak Kapolri untuk bisa menyampaikan bahwa besok (Kamis, red.) akan dilimpahkan ke kejaksaan," kata Irjen Pol. Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Dalam penyidikan dan penyelidikan kasus Vina Cirebon, kata dia, Polda Jawa Barat bekerja keras mengungkap kasus tersebut dengan terang-benderang dan terbuka serta menerima masukan dari masyarakat.

"Jadi, pengungkapan kasus ini bukan hanya oleh penyidik, tetapi penyidik juga mendapat asistensi dan pengawasan dari Bareskrim Polri, Itwasum Polri, maupun Propam Polri," ujarnya.

Selain itu, pengungkapan kasus ini juga mendapat asistensi dari pihak eksternal Polri, baik itu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) maupun Komnas HAM.

Irjen Pol.​​​​ Sandi mengatakan bahwa​​​ Kompolnas dan Komnas HAM telah datang ke Polda Jabar dan sempat berkomunikasi dengan penyidik untuk melihat bagaimana pelaksanaan penyidikan.

Dengan terungkapnya Pegi Setiawan alias Perong sebagai pelaku dari kasus ini, menurut dia, makin memperjelas tugas penyidikan secara hati-hati, menghindari terjadinya kesalahan prosedur seperti yang diisukan.

"Penyidik selama ini kehati-hatiannya tidak ingin ada kesalahan ataupun bukan karena ada kepentingan tertentu, melainkan semata-mata ingin terang tindak pidana ini dengan perjuangan yang cukup berat," katanya.

Lulusan terbaik Akpol 1995 itu mengakui penyidikan kasus pembunuhan Vina tidaklah mudah, bahkan memerlukan waktu sampai 8 tahun, dan mengumpulkan bukti untuk menetapkan Pegi sebagai tersangka terakhir yang belum dijerat pidana.

Ia mengatakan bahwa penangkapan Pegi Setiawan tidaklah gampang, apalagi upaya dari tersangka lari dari tanggung jawabnya sebagai warga negara yang baik, kemudian mengaburkan identitas selama masa pelarian dengan cara mengganti nama.

"Pegi ini bukan gampang menangkapnya karena dia tidak langsung menyerahkan diri, tetapi sudah berpindah tempat. Sempat diperkenalkan oleh ayahnya sendiri, menyampaikan bahwa namanya Robi Irawan kepada ibu indekos maupun ibu tirinya. Sebagai gambaran bahwa dia mencoba membuat identitas yang lain," kata Irjen Pol. Sandi.

Setelah ada perkara tersebut, diakui oleh ayahnya bahwa anaknya bernama Pegi.

"Padahal, ketika awal, kepada ibu indekos di mana bapaknya ada di sana, tetapi dia (bapaknya) menyampaikan itu sebagai keponakan dengan nama seperti itu. Itu adalah kesulitan-kesulitan yang ada di lapangan," ujarnya.

Dengan pelimpahan perkara yang dilaksanakan beesok, Kamis (20/6), menurut dia, perkara pembunuhan Vina dan Eky dengan tersangka Pegi bisa segera disidangkan, dan tersangka dinyatakan bersalah seperti delapan tersangka lainnya.

Sandi menyebut keadilan untuk Vina dan Eky harus diberikan karena pembunuhan terhadap keduanya terbilang sadis. Keduanya mendapat perlakuan yang kejam, berdasarkan hasil visum terdapat luka cukup parah pada bagian leher patah,  atas dan bawah juga patah, serta luka akibat senjata tajam dan akibat benda tumpul.

"Korban Eky sudah ditemukan di TKP dalam keadaan meninggal dunia pada waktu itu. Untuk korban ananda Vina, masih dalam keadaan hidup jadi dilarikan ke rumah sakit," kata Sandi. (ebs)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
12:45
03:09
02:02
00:54
01:36
03:47
Viral