- Istimewa
Diduga Kebohongannya Dibongkar Saksi Dede, Iptu Rudiana Kebakaran Jenggot Sampai Siapkan 60 Pengacara..
Jakarta, tvOnenews.com - Pernyataan terbaru saksi kunci Dede membuat kubu Iptu Rudiana bak 'kebakaran jenggot'.
Bagaimana tidak, Dede mengungkap kebohongan besar yang diduga dibuat Iptu Rudiana dalam kronologi kasus pembunuhan Vina dan Eky pada 2016 silam.
Hal itu membuat Iptu Rudiana mengancam akan melaporkan Dede apabila tak segera meminta maaf dan mencabut keterangannya dalam waktu 3 x 24 jam.
Tak hanya itu Iptu Rudiana sampai menyiapkan 60 pengacara untuk melawan.
"Pengakuan Dede ini juga telak banget, hingga (Iptu) Rudiana menyiapkan 60 pengacara, 60 pengacara loh," kata kuasa hukum Saka Tatal, Farhat Abbas jelang sidang PK, di Cirebon Rabu (24/7/2024).
Farhat Abbas berharap masyarakat Indonesia mulai dari rakyat bawah sampai presiden dapat melihat bahwa peradilan ini banyak rekayasa.
"Mudah-mudahan dapat dianulir kembali putusan ini, sayang sekali ada orang tidak bersalah dihukum, yang salah menghukum juga dihukum," katanya.
Saka Tatal Tantang Aep Muncul
Kemunculan saksi kunci Dede membuat kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam semakin terang benderang.
Bagaimana tidak, Dede membuat pengakuan jika dirinya tidak mengetahui peristiwa yang sesungguhnya.
Dede mengaku bahwa dirinya diminta oleh Iptu Rudiana dan Aep untuk memberikan kesaksian palsu mengenai kasus Vina Cirebon di tahun 2016 silam.
"Artinya dia mengetahui perbuatannya pada 2016 itu adalah suatu kebohongan. Saya lihat lagi bahwa wawancara itu diarahkan oleh (Iptu) Rudiana," kata kuasa hukum Saka Tatal, Krisna Murti kepada tvOne.
Menurutnya, berarti pada 2016 silam Iptu Rudiana memalsukan dua saksi sekaligus, yakni Dede dan Aep.
Oleh karena itu kuasa hukum Saka Tatal menantang Aep untuk muncul dan mengungkap fakta yang sebenarnya seperti Dede.
"Berarti Rudiana memalsukan dua saksi, kalau dua saksi ini sudah berbohong, tinggal satu lagi yang muncul. Saya rasa resah nih perasaan si Aep. Aep segera muncul aja, mengungkap fakta yang sebenarnya biar kasus ini menjadi terang," bebernya.
"Jadi sebuah kebohongan bikin kamu gelisah untuk apa, ayo jujur maju enggak ada masalah. Hukum juga pasti lindungi kamu," pungkasnya.(muu)