Melihat Langsung Rumah yang Ditutup Pagar Beton Setinggi 2 Meter di Ciledug | tvOne
Tangerang, Banten - Masyarakat digegerkan dengan video yang menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Video itu menjadi viral lantaran penghuni rumah tersebut terpaksa harus menggunakan tangga untuk memanjat pagar beton setinggi 2 meter agar dapat masuk ke rumah.
Satu keluarga di Cileduk, Tangerang tepatnya di Kavling Brebes harus melompat untuk dapat keluar rumah karena aksesnya telah ditutup oleh pagar beton. Untuk akses keluar dan masuk rumah milik Bu Hadianti ini keluarga dibantu dengan menggunakan tangga.
Berdasarkan laporan Venna Kintan langsung dari lapangan, tak hanya itu kawat-kawat pun telah terpasang diatas pagar beton setinggi 2 meter itu. Kawat tersebut juga diketahui telah menghalangi akses keluarga untuk keluar dan masuk rumah.
“Tentu ini sangat sulit karena hanya bisa dilalui oleh orang-orang saja sedangkan kendaraan tidak bisa melintas karena tertutup pagar beton yang telah berada disekitar rumah,” ungkap Venna.
Sementara itu, tak hanya menggunakan tangga ternyata kursi pun tersedia untuk membantu keluarga yang akan keluar atau masuk rumah. Kawat-kawat diatas pagar beton pun tampak sudah disingkirkan agar tidak menghalang-halangi akses keluar dan masuk rumah.
Tak mudah memang jika harus melewati pagar beton setinggi 2 meter yang mana hanya dibantu dengan alat-alat seadanya seperti tangga serta kursi-kursi kayu yang ternyata dibangun oleh warga setempat.
Menurut penuturan Ibu Hardianti selaku pemilik rumah, memang sejak tahun 2019 pagar beton ini sudah ada. Namun sejak tanggal 21 Februari 2021 akses jalan mulai ditutup dengan dipasang pagar beton di depan rumah. Yang mana pagar beton tersebut menghalangi aktivitas dan akses jalan keluar-masuk ke rumah.
Sejak akses masuk rumahnya ditutup, pihak keluarga merasa sangat kesulitan. Tidak hanya untuk keperluan membeli makan, untuk mengantar anaknya les pun dia sangat susah. Pagar beton yang menutup rumahnya benar-benar membuat hidupnya menjadi terpenjara.
Pihak keluarga pun tidak tahu sebab ahli waris menutup akses jalan utama depan rumahnya dengan pagar beton. Saat melakukan pembetonan, keluarga sempat bertanya kenapa hal itu dilakukan, tetapi dijawab dengan emosional. (adh)
Lihat juga: Akses Rumah Diblokade Tembok Beton, Menteri Agraria: Kami Akan Turun ke Lapangan!