Kecelakaan bus menuju Wisata Bromo.
Sumber :
  • m syahwan

Cegah Kecelakaan di Jalur Wisata Bromo, Bus Disarankan Parkir Sampai Sentra Parkir Polsek Sukapura

Kamis, 25 Mei 2023 - 13:35 WIB

Probolinggo, tvOnenews.com - Akibat sering kali terjadi kecelakaan (rem blong), saat melintasi jalur ekstrem Wisata Bromo, Polantas Probolinggo meminta agar bus wisata yang hendak menuju kawasan Wisata Bromo hanya diperbolehkan sampai di sentra parkir yang berada di belakang Mapolsek Sukapura saja.

Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Sapari mengatakan, antisipasi kendaraan rem blong juga berlaku untuk kendaraan besar, seperti bus wisata maupun kendaraan penumpang lainnya, Kamis (25/5).

“Bus wisata atau kendaraan besar, diarahkan maksimal sampai ke sentra parkir di area belakang Polsek Sukapura saja. Untuk ke atasnya, disarankan untuk menggunakan kendaraan wisata,” katanya.

Begitu pula untuk jalur turun atau jalur lintas menuju kawasan itu. Bus dan kendaraan besar diarahkan lewat jalur timur, turun di Patalan.

"Dari jalur itu, bisa langsung tembus ke Pintu Tol Muneng. Bus atau kendaraan besar tidak disarankan melewati jalur Lumbang. Kebijakan itu berdasar kejadian bus rem blong di Lumbang beberapa waktu lalu," tambahnya.

Tercatat dalam sebulan terakhir, sudah terjadi empat kali kejadian motor rem blong. 

“Dua kali di depan SD Inpres Ngadisar, dua kali di pertigaan Wonotoro. Sebetulnya jauh lebih banyak, empat kejadian itu yang terekam CCTV saja,” ucapnya.

Bahkan satu dari kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur wisata tersebut, juga memakan korban jiwa dan sisanya mengalami luka–luka. Rata-rata, pemotor tidak menguasai medan atau jalur menuju Bromo. Saat jalan menurun, kebanyakan pemotor mematikan mesin. Atau menekan rem secara terus menerus.

“Nah, rem ini yang bermasalah. Ketika direm terus, piringan atau cakram akan panas. Hal ini menghilangkan daya cengkram sesaat. Begitu agak dingin, dia akan mencengkeram lagi,” imbuhnya.

Mayoritas terjadinya kecelakaan dipicu rem blong ini, melanda motor matik yang memang hanya bergantung pada fungsi rem saja. Berbeda dengan motor transmisi manual, karena masih ada fungsi rem. 

"Pihaknya telah melakukan berbagai cara. Mulai dari memasang banner peringatan, sampai dengan melibatkan tokoh masyarakat, pelaku wisata dan warga sekitar, untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pada pemotor yang datang ke kawasan Bromo," tandasnya.

Dari hasil beberapa olah TKP petugas kepolisian, terjadinya kecelakaan akibat kasus rem blong di jalur Wisata Bromo, diketahui rata-rata disebabkan tidak berfungsinya sistem pengereman kendaraan. (msn/far)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
01:50
02:03
03:05
03:21
01:44
01:05
Viral