- youtube
Sudah Rajin Salat dan Ahli Ibadah Tapi Ditimbang Masuk Neraka? Kata Ustaz Adi Hidayat Ternyata Karena...
tvOnenews.com - Dalam Islam, orang yang rajin salat dan ahli ibadah ternyata belum tentu masuk surga, bahkan justru masuk neraka.
Hal ini yang juga membedakan mengapa orang zaman dulu begitu taat kepada quran dan petunjuk Nabi Muhammad SAW.
Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya menjelaskan kenapa orang zaman dahulu bisa menjaga dan mempraktekkan quran itu dalam dirinya.
Akan tetapi orang zaman sekarang justru jauh dari petunjuk quran dan hadis, rajin salat dan ahli ibadah, namun masih melakukan hal ini.
Rajin Salat dan Ahli Ibadah Tapi Masuk Neraka
Nabi Muhammad SAW berkata bahwa sebabnya karena nanti ada orang yang saat masuk surga, ditimbang amalnya, terhambat dia, karena pernah melukai fisik baik dirinya ataupun orang lain.
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ (رواه مسلم)
“Tahukah kalian, Siapakah orang yang mengalami bangkrut berat diantara kalian?” Para sahabat menjawab pertanyaan Nabi: “Mereka adalah orang yang tidak memiliki suatu harta apapun”. (HR. Muslim, No: 2581).
Kemudian Nabi Muhammad menjelaskan bahwa yang bangkrut adalah orang yang rajin salat.
فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ (رواه مسلم)
“Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari kemudian dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak, ia datang dengan membawa pahala shalatnya yang begitu besar, pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya. Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu, orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat, orang yang hartanya pernah dimakan olehnya, orang yang pernah ditumpahkan darahnya. Semua mereka yang dianiaya orang tersebut, dibagikan amal-amal kebaikannya, sehingga amal kebaikannya habis. Setelah amal kebaikannya habis, maka diambilah dosa dan kesalahan dari orang-orang yang pernah dianiaya, kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dicamppakkannya orang itu ke dalam neraka. (HR. Muslim, No: 2581).
Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan bahwa, akan tetapi Nabi berkata bahwa tapi sayang, pada saat bersamaan dia pernah mencaci orang lain.
Dia pernah menuduh orang lain, menyakiti fisik orang lain, dan puncaknya bahkan ada orang yang menumpahkan darah seraya menyebut nama Allah SWT.
Ustaz Adi Hidayat juga berpesan kepada umat muslim agar hati-hati dengan hadis ini.
Karena jika Nabi sudah bersabda, maka potensinya besar untuk terjadi hal demikian.
"Hati-hati, kalau Nabi pernah sampaikan, berarti potensinya berarti itu mungkin itu terjadi," pesan Ustaz Adi Hidayat.
(udn)