- pexels
Saat 10 Tahun Anak Boleh Dipukul Ketika Tidak Mau Shalat? Ini Penjelasan Buya Yahya Tentang Maksud Hadits Tersebut
Jakarta, tvOnenews.com - Buya Yahya menjelaskan mengenai hadits yang mengatakan bahwa boleh memukul anak ketika tidak mau shalat saat usianya memasuki 10 tahun.
Berikut hadits yang menjelaskan bahwa Nabi SAW mengizinkan memukul anak 10 tahun yang tidak mau shalat.
Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud,
"Ajarilah anak kalian mengerjakan shalat ketika berumur 7 tahun, dan pukullah ia jika telah mencapai 10 tahun jika ia mengabaikannya" (HR Abu Daud, Al-Tirmidzi, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan Ibn Khuzaimah).
Mengenai hadits tersebut, menurut Buya Yahya, sering kali hadits Nabi Muhammad SAW tidak dipahami seutuhnya.
“Nabi SAW bersabda, namun permasalahannya orang terkadang memahami Sabda Nabi itu tidak seutuhnya tidak sempurna,” ujar Buya Yahya, dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Minggu (15/10/2023).
Kata Buya Yahya, Nabi Muhammad SAW mengatakan ajari anakmu shalat saat usia 7 tahun.
“Saat usia 7 tahun, sebenarnya bukan 7 tahun tapi sebelum 7 tahun sudah dilatih,” kata Buya Yahya.
“Jadi ketika 7 tahun sudah mau shalat,” ujar Buya Yahya menambahkan.
Kemudian Buya Yahya mencontohkan pukulan yang dilakukan oleh Nabi untuk anak yang tidak mau shalat ketika sudah 10 tahun.
“Pakai siwak dan memukul halus, lembut serta sambil berharap dengan pukulan itu setan akan pergi,” kata Buya Yahya.
Jadi kata Buya Yahya bukan pukulan yang menyakiti dan membuat luka serta trauma kepada anak.
Jadi maksud sabda Nabi SAW yang membolehkan memukul anak ketika tidak mau shalat haruslah dicermati dengan baik.
Jangan sampai melakukannya tanpa mempelajari secara rinci atau bertanya kepada ahlinya.
Hal ini karena dampak memukul akan mempengaruhi psikologi dari sang anak.
Maka pukullah anak dengan benda yang tidak keras dan tidak dalam keadaan marah.
Pukulan ditujukan agar setan yang mengganggu hingga membuat anak tidak mau shalat pergi.
Dalil Perintah Shalat
Anak Boleh Dipukul Ketika Tidak Mau Shalat? Ini Penjelasan Buya Yahya dari Maksud Hadits Tersebut (pexels)
Shalat, wajib dilakukan oleh setiap Muslim.
Shalat adalah ibadah yang pertama kali dimintai pertanggungjawabannya.
Berikut dalil-dalil tentang perintah shalat.
Surah Al Baqarah Ayat 43
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ٤٣
Artinya:
Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
Surah Al Baqarah Ayat 45
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥
Artinya:
Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
Surah Al Baqarah Ayat 110
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ١١٠
Artinya: "Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Ilustrasi Seorang Anak yang Ikut Berpuasa Bersama Keluarganya (freepik)
Selain shalat, Buya Yahya juga menyarankan agar anak diajari menutup aurat dan lain sebagainya.
“Juga harus diajari yang haram seperti menutup aurat, tidak boleh dengan emosi,” tandas Buya Yahya.
Oleh karenanya, saat mengajari puasa juga maka anak jangan dipaksa.
Ajari bertahap dan izinkan jika ia tidak kuat.
Karena jika dipaksa, khawatirnya puasa yang ia lakukan bohong.
“Kalau dia tidak kuat ya batalin tidak apa-apa, lalu lanjut lagi,” kata Buya Yahya.
Nanti ketika si anak sudah paham baru puasa serius.
“Dia kan puasa serius, jangan diajari bohong sejak kecil,” kata Buya Yahya.
“Ibunya salah kalau belum di wajib puasa ya jangan diajarin puasa,” ujar Buya Yahya menambahkan.
Contoh yang sebaiknya diambil adalah misal anak baru bisa sahur jam 9 pagi, maka izinkan.
“Sayang kamu puasa bisa sahurnya baru bisa jam 09.00 pagi ya tidak apa-apa atau misal sahur subuh tapi berhenti dulu ketika dia lapar lalu maka, lalu lanjut puasa,” kata Buya Yahya.
Itulah penjelasan mengenai diizinkannya memukul anak yang tidak mau shalat.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam, agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.
Wallahua’lam