LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Ihwal Kasus Firli Bahuri, Abraham Samad sebut Pimpinan KPK Buruk: Dewas Penakut!
Sumber :
  • tim tvOne

Ihwal Kasus Firli Bahuri, Abraham Samad sebut Pimpinan KPK Buruk: Dewas Penakut!

Ihwal kasus yang menjerat Ketua KPK, Firli Bahuri, membuat eks Ketua KPK, Abraham Samad melontarkan kritik pedasnya. Arbraham Samad katakan, bahwa pimpinan KPK

Minggu, 29 Oktober 2023 - 12:51 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal kasus yang menjerat Ketua KPK, Firli Bahuri, membuat eks Ketua KPK, Abraham Samad melontarkan kritik pedasnya. 

Arbraham Samad katakan, bahwa pimpinan KPK ini adalah pimpinan terburuk sepajang sejarah KPK berdiri. 

Karena, dia mendengar pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan pakar seperti itu (pimpinan terburuk sepajang sejarah KPK berdiri) dan dia akui dirinya membenarkan pernyataan para pakar tersebut. 

"Mengapa saya membenarkan, karena semua sudah terbukti. Satu, hampir sebagian besar pimpinan KPK di periode ini melakukan pelanggaran etik maupun pelanggaran pidana," ungkap Abraham Samad di program One on One di tvOnenews, seperti yang dikutip, Minggu (29/10/2023).

"Kita bisa lihat apa yang dilakukan Lili, masih ingatkan? bukan pelanggaran etik saja, tetapi melakukan pelanggaran pidana," sambungnya menjelaskan. 

Baca Juga

Namun saat ini, dia katakan, Lili terbebas dari sanksi dan terbebas dari hukum pidana. Oleh karena itu, Abraham Samad katakan, bahwa dirinya lakukan peringatan ke Dewas KPK.

"Mengapa sampai terjadi pelanggaran etik yang berulang-ulang di KPK. Bahkan, miris kita melihatnya," ujar Abraham Samad.

"Seperti kita lihat kemarin soal orang ditahan harus menyuap dan sebagainya. Ini tak pernah terjadi sepanjang berdirinya KPK. Pertanyaannya mengapa pelanggaran kode etik di periode ini berulang-ulang," sambungnya menjelaskan. 

Jabawnnya hal itu terjadi berulang-ulang, Abraham Samad katakan, karena Dewas KPK tak melakukan tugasnya dengan baik dan benar.

"Tidak pernah memberikan sanksi bagi komusioner yang melanggar etik. Buktinya kasus Helikopter, kasus lili dan sebagainya, kemarin lagi ada tanak. Itu tak pernah ditindak," ungkap Abraham Samad. 

Selain itu, dia katakan, Dewas KPK bukan tidak kuat, tetapi kali ini Dewas KPK berisi dari orang-orang penakut. 

"Dewas KPK kali ini berisi dari orang-orang penakut, dan orang-orang yang loyo. Bukan sekadar tak punya gigi, tetapi penakut, penakut itu semua Dewas KPK," pungkasnya. 

"Anda itu Dewas KPK tak punya pekerjaan yang bisa dirasakan masyarakat. Bayangkan banyaknya pelanggaran etik yang terjadi. Itu tidak satu pun dilakukan untuk mengenakan sanksi maksimal, ini malah terjadi lagi," katanya.

Oleh karena itu, dia katakan, bila Dewas KPK tak bisa menjalankan tugas mulia ini, silahkan mengundurkan diri.

"Karena kenapa? Dewas KPK ini gajinya besar. Saya sebagai rakyat biasa membayar pajak, pajak saya turut mengkaji mereka. Jadi dia mempunyai kewajiban untuk mengundurkan diri," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, memanasnya kasus eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan Ketua KPK, Firli Bahuri. 

Begitu menuai kritikan keras dari elite politik hingga akademisi serta eks Ketua KPK, Abraham Samad. 

Menyikapi kasus dugaan pemerasan dan ada pertemuan antara SYL dengan Ketua KPK Firli Bahuri di lapangan bulu tangkis. Abraham Samad katakan, bahwasanya hal itu sudah melanggar kode etik dan pelanggaran berat di KPK. 

"Itu Pelanggaran, bukan sah-sah saja. Itu pelanggaran berat, jadi pelanggaran itu diatur oleh UUD KPK," ujar Abraham Samad kepada tvOnenews. 

Meskipun foto pertemuan SYL dan Firli tak diketahui hal itu terjadi tanggal dan bulannya berapa. Kemudian, kapan kasus korupsi eks Mentan itu mulai disidik.

"Tetapi yang benar prosesnya begini, ketika kasus sudah masuk di direktorat masyarakat, maka pada saat itu pimpinan KPK dan pegawai-pegawai KPK sudah terikat dengan UU, tidak boleh bertemu dengan orang-orang yang sedang mulai diusut perkaranya," pungkas Ketua KPK, Abraham Samad.

Jadi, kata Abraham Samad, bila perkara eks Mentan sudah ada di aduan masyarakat. Maka, kata Abraham Samad, insiden pertemuan ini adalah pelanggaran berat. 

"Dan bukan sekadar pelanggaran etik berat, tapi juga ini pelanggaran pidana," ungkap Abraham Samad. 

Di sisi lain, Abraham Samad jelaskan ada sisi yang menarik dari penjelasan Polda Metro Jaya soal kasus pertemuan Firli dengan SYL dan Firli sudah mengakui adanya pertemuan itu. 

"Dengan pengakuan itu sudah memberi petunjuk kepada kita, jelas-jelas bahwa Firli sudah melakukan pelanggaran, paling tidak dia sudah melakukan pertemuan," ujarnya.

"Karena, di UU KPK sendiri, pegawai KPK dan Pimpinan KPK dilarang bertemu dengan pihak-pihak yang terkait. Baik langsung maupun tidak langsung," sambungnya. 

Disinggung soal SYL belum jadi tersangka pada saat bertemu Firli di lapangan bulu tangkis. Abraham Samad katakan, meskipun belum jadi tersangka tetapi itu sudah melanggar. 

"Ada yang menarik di masa lalu, pernah seorang pegawai KPK menyapa seseorang meskipun dia tak berinteraksi langsung. Namun dia tertangkap oleh kamera pegawai KPK itu seperti saling menyapa," cerita Abraham Samad.

"Tahu nggak hukumannya apa? dipecat, diberhentikan, itu di zaman saya. Jadi betapa kerasnya Code of Conduct KPK," sambungnya menjelaskan.

Code of Conduct KPK begitu keras, kata Abraham Samad, karena untuk menjaga marwah KPK. Bahkan, dia akui dirinya sudah melihat semua Code of Conduct di setiap profesi.

"Saya berani katakan, tidak ada Code of Conduct atau kode etik yang sekeras KPK, sanksinya di negeri ini," pungkas Abraham Samad. 

Bahkan dia akui, dirinya pernah diminta Bank Indonesia untuk merumuskan Code of Conduct baru.

"Sebelum saya merumuskan, saya mempresentasikan Code of Conduct KPK. Dan itu betapa kerasnya dan tegasnya sanksi-sanksi yang dimuat dari Code of Conduct KPK itu, sampai jawaban orang Bank Indonesia kala itu," cerita Abraham.

"Pak Abraham, kalau Code of Conduct atau kode etik yang ada di KPK diadopsi bulat-bulat baru, menjadi Code of Conduct baru di Bank Indonesia. Maka seluruh pegawai BI akan minta keluar," pungkasnya. 

Kemudian ditanya Code of Conduct masih ada di KPK, dia katakan saat ini ada problem. Di mana pada saat UU KPK direvisi, maka itu dijadikan alasan oleh Firli dan kawan-kawan untuk merubah juga Code of Conduct yang pernah ada. 

"Sekaligus merubah nilai-nilai dasar. Ya (Code of Conduct KPK berubah) setelah Firli menjabat. Sehingga Code of Conduct itu tak menjadi terperinci lagi dan menjadi tegas lagi," pungkasnya.

Lantas, apakah kasus Firli ini masuk dalam Code of Conduct KPK? dia tegaskan, kasus Firli ini masuk dalam undang-undang, bukan lagi Code of Conduct KPK.

"Karena pegawai KPK dan pimpinan KPK dilarang bertemu sama orang-orang keterkaitan perkara yang sedang diperiksa, dia tak bilang sedang disidik," tegasnya. (aag)

 

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Rosan: Partisipasi di WEF Perkuat Citra Indonesia dalam Investasi Berkelanjutan

Rosan: Partisipasi di WEF Perkuat Citra Indonesia dalam Investasi Berkelanjutan

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPKM Rosan Roeslani sebut keikutsertaan dalam WEF 2025 menjadi langkah jadikan Indonesia ladang investasi
Masih Ada Ribuan Rumah yang Buang Air Besar Sembarangan di Jakarta, DPRD Desak Pemprov DKI Maksimalkan Sanitasi

Masih Ada Ribuan Rumah yang Buang Air Besar Sembarangan di Jakarta, DPRD Desak Pemprov DKI Maksimalkan Sanitasi

Buang air besar sembarangan (BABS) masih jadi masalah di DKI Jakarta. Anggota DPRD minta pemerintah gencar sosialisasikan Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Sidang Praperadilan Hasto Ditunda Karena KPK Tak Hadir, Dilanjutkan 5 Februari 2025

Sidang Praperadilan Hasto Ditunda Karena KPK Tak Hadir, Dilanjutkan 5 Februari 2025

Sidang praperadilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditunda karena pihak KPK tak hadir.
Fly Jaya, Maskapai Domestik Baru Siap Mengudara di Indonesia Tahun Ini

Fly Jaya, Maskapai Domestik Baru Siap Mengudara di Indonesia Tahun Ini

Maskapai ini mengatakan armada yang mereka siapkan dirancang untuk penerbangan jarak pendek. Fly Jaya menjanjikan efisiensi bahan bakar yang luar biasa.
Tak Disangka Ini Pengakuan Istri Pelatih Toleran STY soal Erick Thohir, Jauh Sebelum Dipecat pernah Makan Bersama: Dia Orang yang Memiliki ....

Tak Disangka Ini Pengakuan Istri Pelatih Toleran STY soal Erick Thohir, Jauh Sebelum Dipecat pernah Makan Bersama: Dia Orang yang Memiliki ....

Jauh sebelum pemecatan, sehubungan dengan STY, mengingatkan keakraban dia dan istri dengan Erick Thohir. Hal itu tergambarkan dari pertemuan waktu tahun lalu ..
Kasus Pemukulan Jurnalis oleh Anggota Yonif 501 Bajra Yudha Madiun 9 Tahun Lalu Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Jurnalis oleh Anggota Yonif 501 Bajra Yudha Madiun 9 Tahun Lalu Berakhir Damai

Kasus pemukulan yang berujung perusakan kamera oleh 12 anggota TNI dari Yonif 501 Bajra Yudha Madiun saat pengamanan konvoi perguruan pencak silat SH Terate dalam perayaan 1 Suro di Madiun pada bulan Oktober 2016 silam kini resmi berakhir damai.
Trending
Legenda Malaysia Buka Suara, Jelaskan Isu Mafia di Piala AFF dan Bongkar Biang Keladi Kegagalan Timnas Indonesia Juara

Legenda Malaysia Buka Suara, Jelaskan Isu Mafia di Piala AFF dan Bongkar Biang Keladi Kegagalan Timnas Indonesia Juara

Salah satu legenda sepak bola Malaysia, Safee Sali buka suara terkait isu mafia yang membuat Timnas Indonesia gagal juara pada Piala AFF 2010 lalu.
Akhirnya Terungkap, Kualitas Patrick Kluivert di Tengah Pro Kontra Pemecatan Pelatih Toleran STY, Tom Haye Bocorkan Kehebatan Gaya Bermain

Akhirnya Terungkap, Kualitas Patrick Kluivert di Tengah Pro Kontra Pemecatan Pelatih Toleran STY, Tom Haye Bocorkan Kehebatan Gaya Bermain

Disamping isu yang beredar, tentu paduan Pelatih Patrick Kluivert dengan asisten pelatihnya bisa optimal . Terutama menjadi penghubung efektif antara pelatih ..
Pratama Arhan Main Lagi, Fans Thailand Mengamuk dan Minta Pelatih Mundur usai Diimbangi Tim Papan Bawah

Pratama Arhan Main Lagi, Fans Thailand Mengamuk dan Minta Pelatih Mundur usai Diimbangi Tim Papan Bawah

Reaksi fans Thailand saat Bangkok United yang diperkuat pilar Timnas Indonesia, Pratama Arhan gagal raih kemenangan saat hadapi tim papan bawah.
Top 3 Sport: Komentar Pevoli Bulgaria, Pendapat Noh Ran tentang Rekan Setimnya, Megawati Hangestri Disebut Opposite Terbaik

Top 3 Sport: Komentar Pevoli Bulgaria, Pendapat Noh Ran tentang Rekan Setimnya, Megawati Hangestri Disebut Opposite Terbaik

Rangkuman artikel sport terpopuler di tvOnenews.com pada Senin (20/1/2024). Berita seputar kiprah Megawati Hangestri bersama Red Sparks menjadi terbanyak dibaca
Prediksi Media Arab Terbukti Benar? Katanya Timnas Indonesia Bisa Saja Lolos ke Piala Dunia, Ternyata karena...

Prediksi Media Arab Terbukti Benar? Katanya Timnas Indonesia Bisa Saja Lolos ke Piala Dunia, Ternyata karena...

Media Arab Saudi pernah memprediksi nasib Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026, katanya skuad Garuda punya potensi lolos karena hal ini. Simak selengkapnya.
Meski Tampil Impresif, Patrick Kluivert Apes Tak Bisa Gunakan Bintang Liga Eropa Ini saat Timnas Indonesia Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Meski Tampil Impresif, Patrick Kluivert Apes Tak Bisa Gunakan Bintang Liga Eropa Ini saat Timnas Indonesia Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Patrick Kluivert terima nasib apes lantaran tak bisa memakai pemain Timnas Indonesia yang baru saja tampil impresif di Liga Inggris ketika hadapi Australia.
Prediksi Formasi Mengerikan Timnas Indonesia Asuhan Patrick Kluivert, Pelatih Australia Dijamin Tak Bisa Tidur Nyenyak

Prediksi Formasi Mengerikan Timnas Indonesia Asuhan Patrick Kluivert, Pelatih Australia Dijamin Tak Bisa Tidur Nyenyak

Prediksi formasi mengerikan Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert, yang membuat juru taktik Australia, Tony Popovic tak bisa tidur nyenyak.
Selengkapnya
Viral