Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam aksi tawuran di wilayah Kramat Pulo Senen, Jakarta Pusat yang terjadi pada Minggu (24/12/2023) sore.
Tercatat sembilan orang yang terlibat tawuran di Jakarta Pusat tersebut, tujuh berusia dewasa dan dua lagi anak di bawah umur.
Ketujuh tersangka yang diamankan pihak Polres Metro Jakarta Pusat dan dihadirkan itu yakni, CD (18) perannya lempar batu, UA (40) perannya melempar batu, MIM (39) perannya melempar batu, ini trmasuk positif sabu ampetamin, MIS, sama perannya melempar batu, AF (29) ini juga positif ampetamin atau sabu, MIH, dan DA juga melempar batu.
Sementara 2 anak di bawah umur lainnya tidak dihadirkan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebut peristiwa tawuran yang menimbulkan adanya korban meninggal dunia tersebut melibatkan dua kelompok.
"Dua kelompok itu adalah kelompok Kebon dan kelompok Ledeng. Kelompok kebon ini pimpinannnya adalah inisial F sedangkan pimpinan kelompok Ledeng yang dipimpin oleh berinisial F saat ini masih DPO," jelas Susatyo saat ungkap kasus di kantor Kelurahan Kramat Pulo Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2023).
Untuk korban meninggal dunia diketahui berinisial FN alias Aing kelahiran tahun 1983.
Korban meninggal dunia karena terkena lemparan keramik pada bagian leher.
Atas kejadian tersebut para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP atau kekerasan bersama terhadap orang dan juga Pasal 358 terkait dengan penyerangan dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara.
Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap terkait peristiwa tawuran yang disebabkan oleh postingan di medsos oleh CD ini.
"Karena motifnya adalah ada postingan yang bunyinya 'sudah lama tidak tawuran', itu saja," kata Susatyo.
"Artinya motif terjadi tawuran itu hanya oleh sebuah postingan yang akhirnya berakibat fatal," pungkas Susatyo. (asb/muu)
Load more