ADVERTISEMENT

LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Civil Society for Police Watch
Sumber :
  • IST

Safenet: Hak Digital Publik Bakal Dirampas Bila Kewenangan Polri Bertambah

Nenden Sekar Arum Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) membeberkan terkait tantangan hak digital dan keamanan digital publik di Indonesia. Pada tahun 2024 catatan Safenet terjadi 103 insiden gangguan internet.
Minggu, 23 Maret 2025 - 04:26 WIB

Jakarta, tvOnenews.com —Nenden Sekar Arum Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) membeberkan terkait tantangan hak digital dan keamanan digital publik di Indonesia. Pada tahun 2024 catatan Safenet terjadi 103 insiden gangguan internet. 

“Pada tahun 20224 di Indonesia tercatat 103 insiden gangguan internet. Hal tersebut didominasi oleh gangguan internet dalam kategori infrastruktur terkait pemilihan umum (pemilu)” jelas Nenden Sekar Arum Direktur Eksekutif Safenet, Hotel Balairung, Matraman Raya, Jakarta Timur, Sabtu (22/03/2025) pada acara rilis temuan hasil survei dan diskusi publik yang diadakan oleh Civil Society for Police Watch, dengan judul “Urgensi Digitalisasi Kepolisian Menuju Pemolisian Sipil Berintegritas".

Menurut Nenden, terkait kebebasan berekspresi di Indonesia tercatat dengan perincian yakini; pada tahun 2020 berjumlah 84 kasus, pada tahun 2021 terjadi 30 kasus, tahun 2022 terjadi 97 kasus, tahun 2023 terjadi 114 kasus, dan tahun 2024 146 kasus.

Ia mengungkapkan, kasus kebebasan berekspresi di atas dengan penggunaan pasal dalam UU ITE untuk melakukan kriminalisasi dengan rincian, terjadi 76 kasus pencemaran nama baik, 23,29 persen UU ITE tahun 2016, dan 76,71 persen UU ITE 2024.

Nenden melanjutkan, latar belakang terlapor terhadap ekspresi di ranah digital tahun 2024 terdiri atas pelajar/mahasiswa 1 kasus, pekerja kreatif 2 kasus, tenaga medis 2 kasus, buruh 3 kasus, pemuka agama 4 kasus, pejabat publik 4 kasus, pengacara 4 kasus, pengusaha/perusahaan 4 kasus, jurnalis media 7 kasus, lainnya 7 kasus, politisi 9 kasus, aktivis/organisasi masyarakat sipil 12 kasus, atlet 23 kasus, pembuat konten/pesohor 26 kasus. Jumlah terlapor tercatat 170 kasus.

Baca Juga

Kemudian, kata Nenden, latar belakang pelapor terhadap ekspresi di ranah digital tahun 2024 salah satunya adalah kepolisian, di mana tercatat 7 kasus, pejabat publik 12 kasus, pengusaha 17 kasus, partai politik 12 kasus, dan lainnya 13 kasus.

Ia mengatakan, terhadap insiden serangan digital dalam rentang waktu 5 tahun terakhir cenderung naik dengan perincian tercatat; tahun 2020 147 kasus, 2021 terjadi 197 kasus, tahun 2022 terjadi 302 kasus, tahun 2023 terjadi 323 kasus, dan tahun 2024 terjadi 330 kasus. 

Kemudian, kata Nenden, latar belakang korban tahun 2024 yakni; mahasiswa/pelajar 83 kasus, organisasi masyarakat sipil 42 kasus, lembaga publik 37 kasus, warga umum 37 kasus, aktivis/NGO 36 kasus, pegawai swasta 34 kasus, pengusaha 13 kasus, lainnya 12 kasus, akademisi 11 kasus, perusahaan swasta 10 kasus, jurnalis/pekerja media 5 kasus, seniman 5 kasus, pesohor 4 kasus, pengacara 3 kasus, media 2 kasus, pegawai pemerintah 2 kasus, pekerja IT 1 kasus, dan pejabat publik 1 kasus.

Lebih lanjut lagi, kata dia, platform penyerangan yang digunakan seperti instagram 107 kasus, WhatsApp 84 kasus, situs web 46 kasus, facebook 22 kasus, twitter 18 kasus, email 17 kasus, telegram 12 kasus, dan perangkat 12 kasus.

Untuk mengatasi sejumlah kasus tersebut perlu melakukan pengaturan di ranah digital. Ke depan, perlu mengatur ruang digital berbasis hak asasi manusia, transparansi dan partisipasi. Hal tersebut diperlukan agar mencegah potensi kejahatan siber, bukan membungkam kebebasan digital. Selain itu, tidak boleh ada pasal yang multitafsir dan wawan disalahgunakan.

Maka dari itu, kata Nenden, diperlukan peran kepolisian di ranah digital, seperti; penegakan hukum terhadap kejahatan siber, perlindungan data dan keamanan siber, dan tanpa pengawasan massal. Bahkan, kepolisian tidak berwenang memutus atau memperlambat internet, serta melakukan edukasi dan kesadaran digital. 

Perlu diketahui, Civil Society for Police Watch telah melakukan survei sejak 12-18 Maret 2025 lalu, responden terpilih pada 26 Provinsi berjumlah 1.500 orang dengan margin of error kurang lebih 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun metode yang digunakan yakni random sampling, sementara tenaga survey yakni minimal mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan dari tim pusat. Kemudian, sampel mulai dari gender, agama, tingkat pendidikan, topografi, etnis dan suku. (ebs)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Manfaatkan Libur Lebaran, Wisatawan Kota Tua Capai 11 Ribu Orang pada H+2 Idulfitri

Manfaatkan Libur Lebaran, Wisatawan Kota Tua Capai 11 Ribu Orang pada H+2 Idulfitri

Masa libur Lebaran dihabiskan belasan ribuan warga di Kota Tua Jakarta. Wisatawan Kota Tua, tercatat mencapai 11.275 orang pada H+2 Lebaran, Kamis (3/4/2025).
Minta Dukungan untuk Sekolah Rakyat ke Kiai Tapal Kuda, Mensos Sebut 80 Sekolah Segera Dibuka Tahun Ini

Minta Dukungan untuk Sekolah Rakyat ke Kiai Tapal Kuda, Mensos Sebut 80 Sekolah Segera Dibuka Tahun Ini

Rencana pendirian Sekolah Rakyat mulai disosialisasikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pada  beberapa pesantren di kawasan tapal kuda di Probolinggo, Jawa Timur.
Jadwal F1 2025 Akhir Pekan Ini: Grand Prix Jepang akan Jadi Panggung Pembuktian Yuki Tsunoda dan Liam Lawson

Jadwal F1 2025 Akhir Pekan Ini: Grand Prix Jepang akan Jadi Panggung Pembuktian Yuki Tsunoda dan Liam Lawson

Setelah menggelar GP Australia dan China, F1 2025 akan kembali akhir pekan ini dengan Grand Prix Jepang yang akan menjadi balapan pembuktian untuk Yuki Tsunoda dan Liam Lawson.
Update Kasus Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil dengan Lisa Mariana, Soal Rekaman Suara yang Beredar Lisa Bilang Itu...

Update Kasus Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil dengan Lisa Mariana, Soal Rekaman Suara yang Beredar Lisa Bilang Itu...

Kontroversi yang melibatkan Lisa Mariana dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih terus menjadi sorotan setelah beredarnya rekaman suara yang menyeret -
Singgung Soal Team Order, Yuki Tsunoda Bocorkan Perintah Bos Red Bull Setelah Dirinya Gantikan Posisi Liam Lawson

Singgung Soal Team Order, Yuki Tsunoda Bocorkan Perintah Bos Red Bull Setelah Dirinya Gantikan Posisi Liam Lawson

Grand Prix Jepang F1 2025 akan menjadi balapan pertama untuk Yuki Tsunoda bersama Tim Red Bull Racing setelah dirinya menggantikan posisi dari Liam Lawson.
Polres Cianjur Tangkap Delapan Pelaku Pemalakan Sopir dan Pemudik dengan Senjata Tajam

Polres Cianjur Tangkap Delapan Pelaku Pemalakan Sopir dan Pemudik dengan Senjata Tajam

Polres Cianjur menangkap delapan orang pelaku pemalakan terhadap pemudik, sopir angkutan umum dan penumpang. Polisi amankan barang bukti sejumlah senjata tajam.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Kiper Asal Belanda usai Lihat 3 Rekan Setimnya Pilih Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Pengakuan Mengejutkan Kiper Asal Belanda usai Lihat 3 Rekan Setimnya Pilih Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia

Seorang penjaga gawang asal Belanda membuat pengakuan mengejutkan mengenai tiga rekan setimnya yang memilih untuk dinaturalisasi demi membela Timnas Indonesia.
Vanja Bukilic Dituduh Bikin Susah Megawati Hangestri, Raksasa Serbia Dihujat Volimania usai Kenal Mental di Final Liga Voli Korea 2024-2025

Vanja Bukilic Dituduh Bikin Susah Megawati Hangestri, Raksasa Serbia Dihujat Volimania usai Kenal Mental di Final Liga Voli Korea 2024-2025

Vanja Bukilic dituduh bikin susah Megawati Hangestri dan kawan-kawan usai Red Sparks kembali menelan kekalahan dari Pink Spiders di final Liga Voli Korea 2024-2025.
Terganjal Aturan FIFA, Timnas Indonesia Bakal Sulit Naturalisasi Permata Liga Jerman Berdarah Surabaya Ini

Terganjal Aturan FIFA, Timnas Indonesia Bakal Sulit Naturalisasi Permata Liga Jerman Berdarah Surabaya Ini

Meski punya darah Indonesia dan potensi menjanjikan, namun gelandang Liga Jerman ini bakal sulit untuk dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia.
Bukan Jadi Dirtek PSSI, Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Bakal Melatih Lagi di Indonesia jika …

Bukan Jadi Dirtek PSSI, Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Bakal Melatih Lagi di Indonesia jika …

Bukan jadi Dirtek PSSI, Shin Tae-yong berpeluang melatih klub Indonesia. Persebaya dikabarkan tertarik merekrutnya. Akankah ia kembali ke Liga 1? Baca di sini!
ASEAN Kepanasan, Kini Mulai Keheranan Lihat Timnas Indonesia di Round 3: Skuad Garuda Makin...

ASEAN Kepanasan, Kini Mulai Keheranan Lihat Timnas Indonesia di Round 3: Skuad Garuda Makin...

Kini negara-negara ASEAN mulai kepanasan melihat penampilan gemilang Timnas Indonesia di round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sampai bilang...
Ramalan Roberto Mancini soal Timnas Indonesia Terbukti, Dia Bilang Pemain Terbaik Garuda Bukan yang Naturalisasi tapi Pemain Lokal Ini

Ramalan Roberto Mancini soal Timnas Indonesia Terbukti, Dia Bilang Pemain Terbaik Garuda Bukan yang Naturalisasi tapi Pemain Lokal Ini

Roberto Mancini sempat datang langsung ketika Timnas Indonesia bermain di Piala Asia U-23 di Qatar dan melihat bagaimana penampilan pemain-pemain muda Indonesia. 
Siap-siap, 5 Zodiak ini Paling Berlimpah Keberuntungan pada 4 April 2025: Leo Jadi 'Bintang' Utama, Sagitarius Bakal Terinsipirasi...

Siap-siap, 5 Zodiak ini Paling Berlimpah Keberuntungan pada 4 April 2025: Leo Jadi 'Bintang' Utama, Sagitarius Bakal Terinsipirasi...

Beberapa zodiak diprediksi akan mengalami hari yang luar biasa dengan berbagai kejutan positif. Apakah zodiakmu termasuk? Cek peruntunganmu disini selengkapnya!
Selengkapnya

Viral