tvOnenews.com - Seperti yang sudah beredar di pemberitaan sebelumnya, Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto tampaknya serius dengan programnya yaitu makan siang gratis bagi anak sekolah dan santri.
Dengan menyediakan makan siang gratis tersebut perlu adanya dukungan dari rantai pasok mulai dari petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, UMKM, hingga komunitas ibu-ibu orang tua murid.
Bukan hanya sekedar wacana, ternyata program ini sudah dilakukan oleh beberapa negara di dunia.
Hal ini pernah dikatakan oleh Prabowo sendiri pada saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2023).
Paslon Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. (Ist)
Prabowo Subianto mengatakan dirinya tidak akan menyerah, meskipun banyak pihak yang meragukan programnya tersebut. Terlebih, pihaknya sudah menghitung program tersebut.
“Tadi kita sudah hitung, kita sudah simulasi. Dan ternyata, 76 negara di dunia sudah memberi makan siang untuk anak-anaknya. 76 negara. Dan sekarang kalau tidak salah ada tambahan 6 negara lain yang sedang menyiapkan, dengan Indonesia berarti 7 negara. 76 negara sudah,” papar Prabowo Subianto di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2023).
Benarkah perkataan dari Prabowo tersebut? Beberapa negara berkembang dengan program tersebut sudah tvOnenews.com rangkum dalam informasi berikut ini.
Program Makan Siang Sekolah di India. (Suistanweb)
India
India telah menjalankan program pemberian makan siang kepada 125 juta anak sejak tahun 1995.
Makan siang gratis ini ditujukan kepada anak berusia 6-14 tahun serta memastikan setiap anak di negara tersebut dapat menikmati makanan hangat tanpa harus meminta-minta.
Program ini menjadi program pemberian makanan sekolah terbesar di dunia dengan anggaran sebesar $2,8 miliar (sekitar Rp43,8 triliun).
Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelaparan anak, meningkatkan partisipasi anak untuk tetap hadir ke sekolah, serta masih banyak tujuan lainnya untuk kesejahteraan anak.
Brazil
Bukan hanya India, bahkan Brazil telah mengadakan program ini sejak tahun 1940-an. Brazil memberikan makanan sekolah gratis kepada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Bahkan, pada tahun 2009, pemerintah Brazil berhasil memperluas program tersebut untuk mencakup semua anak sebanyak 40 juta anak.
Program ini dimunculkan untuk membantu mengatasi masalah obesitas pada anak dan meningkatkan pendidikan gizi.
Bukan sembarangan, program ini memberi syarat bahwa minimal 30% makanan yang disajikan di sekolah berasal dari peternakan keluarga lokal di daerah sekitar.
Beberapa Negara di Afrika
Sejumlah negara di Afrika juga telah menerapkan program penyediaan makanan sekolah gratis.
Benin dan Kenya, keduanya berkomitmen dalam penyediaan makanan sekolah universal sebagai visi jangka panjang mereka.
Sementara itu, Rwanda meningkatkan cakupan penyediaan makanan sekolah dari 660 ribu menjadi 3,8 juta yang diselenggarakan di tingkat sekolah dasar dan menengah.
Selain negara-negara berkembang tersebut, beberapa negara maju juga sudah menerapkan program makanan sekolah gratis untuk anak-anak.
Estonia
Negara maju seperti Estonia sudah menerapkan makanan sekolah gratis kepada seluruh siswa sekolah dasar dan menengah sejak tahun 2002.
Tak hanya itu, program ini memastikan setiap siswa di sekolah negeri mendapatkan satu makanan makanan hangat dan bergizi setiap harinya.
Program yang dijalankan di Estonia ini memberikan gratis untuk buah, sayur, dan susu di sekolah.
Program Makan Siang Sekolah di Swedia. (livsmedelsverket.se)
Swedia
Tak hanya Estonia, Swedia pun memberikan makanan hangat kepada seluruh siswa berusia 7-16 tahun serta sebagian remaja berusia 16-19 tahun.
Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa program makanan sekolah yang diberikan oleh pemerintah Swedia tidak hanya dapat meningkatkan pencapaian pendidikan anak-anak, tetapi juga menjadi lebih sehat seiring dengan pertumbuhan mereka.
Selain meningkatkan pencapaian pendidikan, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan sebesar 6% bagi keluarga yang berpendapatan rendah.
Finlandia
Begitu juga Finlandia, program makan siang gratis di sekolah pertama kali diterapkan pada tahun 1943.
Setelah 80 tahun program ini berjalan, sudah lebih dari 900.000 siswa di sekolah dasar dan menengah Finlandia masih menerima makanan sekolah gratis setiap hari.
Makanan yang diberikan pada awal peluncuran berasal dari petani, bahkan para siswa harus membawa makanan sendiri yang mereka tanam untuk dijadikan bubur dan sup.
Sejak saat itu, menu makanan telah berubah menjadi beberapa menu favorit anak-anak seperti bakso, kentang tumbuk, serta pancake bayam.
Inggris
Skotlandia dan Wales memimpin untuk program serupa di Inggris. Skotlandia telah menyediakan makanan sekolah gratis bagi siswa usia dasar, mulai dari p1-p5 dan kini mulai akan diperluas hingga p6-7.
Sementara itu, Wales juga telah berkomitmen memperkenalkan makanan pokok universal dalam tiga tahun ke depan.
Tak hanya itu, Wali Kota London juga mengumumkan bahwa kotanya turut serta dalam inisiatif ini dengan memberikan pendanaan penyedia semua makanan pokok di seluruh kota London pada tahun ajaran 2023/2024.
Di Inggris, siswa pada usia prasekolah (3-7 tahun) telah menerima makanan sekolah gratis secara universal.
Kembali pada program yang di using oleh pasangan Prabowo-Gibran, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko memastikan paslon nomor urut 02 itu serius untuk merealisasikan program makan siang dan susu gratis.
“Kami serius dan karena itu, program ini memerlukan perencanaan yang matang sejak jauh hari, dan kami sudah mulai bekerja untuk itu,” kata Budiman dalam keterangan yang diterima tvOnenews.com, pada Sabtu (17/2/2024).
Selain itu, dirinya meyakini program tersebut akan berdampak pada perbaikan gizi SDM dan perputaran ekonomi di tingkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (kmr)
Load more