Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ratusan kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) terjadi di wilayah administrasinya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengungkap ratusan kasus itu terjadi dalam periode Januari hingga 11 Mei 2024.
Menurutnya ratusan kasus DBD tersebut tersebar pada tujuh wilayah kecamatan di Kota Tangsel.
"Kecamatan Pamulang menjadi daerah tertinggi yang terserang penyakit tersebut sebanyak 91 kasus," kata Allin dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).
"Selain itu di Kecamatan Serpong ada 86 kasus, Ciputat 73 kasus, Pondok Aren 65 kasus, Serpong Utara 63 kasus, Setu 42 kasus, dan Ciputat Timur 41 kasus," sambungnya.
Allin menuturkan pihaknya mengklaim saat ini penyebaran kasus DBD telah dapat dikendalikan secara simultan dengan berbagai upaya pencegahannya.
Menurutnya dengan upaya tersebut terjadi penurunan penyebaran kasus DBD yang terjadi pada belakangan waktu di Kota Tangsel.
"Kalau kita lihat data, Maret merupakan kasus tertinggi hingga 167 kasus. Tapi, kalau berdasarkan data grafik laporan bulanan dari awal tahun, April dan Mei kasus DBD sudah bisa dikendalikan," kata Allin.
"Upaya pengendalian DBD yang penting pada saat ini adalah melalui upaya pengendalian jentik dan nyamuk penular serta upaya membatasi kematian karena DBD," sambungnya.
Adapun tercatat sebanyak 461 kasus DBD pada periode Januari hingga 11 Mei 2024 di Kota Tangsel.
Allin mengimbau agar masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan pribadi kasus penyebaran DBD.
Semisal, kata Allin, terdapat upaya pencegahan berupa langkah 3M yakni menguras, menutup, mendaur ulang, dan menghindari gigitan nyamuk yang dilakukan secara rutin.
"Kami berharap supaya DBD di Tangsel bisa ditekan, masyarakat harus punya kesadaran sendiri bagaimana bisa melakukan 3M plus di rumahnya masing masing," pungkasnya. (raa)
Load more