Poin ketiga yakni legitimasi berupa mengukur sentimen publik terhadap aparat keamanan.
Poin keempat yakni hasil berupa meneliti ancaman yang ada terhadap keamanan dalam negeri pada tahun tertentu.
Haidar menjelaskan Polri mendapatkan skor masing-masing 0,380 (kapasitas), 0,130 (proses), 0,580 (legitimasi), dan 0,920 (hasil) dari masing-masing domain tersebut.
Meurutnya pada Polri berhasil menduduki peringkat ketiga dari 125 negara dengan mengungguli dibawah Norwegia (0,940) dan Singapura (0,960) dan lebih tinggi dari Denmark (0,890) dan Finlandia (0,880) dari domain hasil.
"Artinya, gangguan keamanan yang ada saat ini termasuk berisiko rendah dan bukan ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban dalam negeri Indonesia," jelas R Haidar Alwi.
Kendati demikian, Haidar berpesan agar Polri tak dapat berpuas diri dengan hasil perolehan peningkatan posisi pada riset tingkat internasional tersebut.
Pasalnya, masih terdapat sejumlah domain yang hasilnya memiliki skor rendah hingga diperlukan upaya peningkatannya.
Load more