Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah China menyebut masih terus mencermati perkembangan langkah Amerika Serikat (AS) dan Rusia dalam penyelesaian konflik Ukraina, sekaligus mengapresiasi upaya perundingan perdamaian yang dilakukan keduanya.
"Kami senang melihat semua upaya yang dilakukan untuk perdamaian, termasuk apa yang telah disepakati dalam perundingan perdamaian oleh AS dan Rusia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing mengutip Antara pada Rabu (19/2/2025).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa (18/2) di Istana Diriyah, Riyadh, Arab Saudi sebagai tindak lanjut dari pembicaraan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (12/2).
Guo Jiakun mengatakan China percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang pantas dan berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian.
"Kami berharap semua pihak terkait dan pemangku kepentingan bersama-sama memainkan peran yang konstruktif dan akan mengambil bagian dalam proses perundingan perdamaian pada waktu yang tepat," tambah Guo Jiakun.
Dalam setiap perselisihan dan konflik di dunia, China, ungkap Guo Jiakun, selalu menganjurkan dialog, konsultasi dan penyelesaian politik.
"Hal ini juga berlaku dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. China bukanlah pencipta krisis Ukraina atau pihak yang terlibat di dalamnya. Meski begitu, kami tidak hanya duduk diam dan menyaksikan krisis itu terjadi atau mengambil untung dari krisis itu," ungkapnya.
Load more