Masing-masing tim juga akan mulai bekerja untuk mengakhiri konflik di Ukraina sesegera mungkin dengan mekanisme berkelanjutan dan dapat diterima oleh semua pihak.
Selain itu pembicaraan disebut juga meletakkan dasar kerja sama pada masa mendatang yang menjadi kepentingan geopolitik, peluang ekonomi maupun investasi bersejarah sebagai hasil keberhasilan penyelesaian konflik Ukraina.
Para pihak juga berjanji untuk tetap terlibat guna memastikan proses tersebut berjalan maju secara tepat waktu dan produktif, dan tentu saja satu kali telepon dan satu pertemuan tidak cukup, maka akan ada tindak lanjut agar benar-benar menyelesaikan konflik Ukraina yang sudah berlangsung sejak 24 Februari 2022.
Para pengamat menyebut pertemuan Riyadh itu menandai langkah penting upaya Trump untuk membalikkan kebijakan AS selama tiga tahun yang berfokus pada mengisolasi Rusia atas perangnya di Ukraina dan dimaksudkan untuk membuka jalan terjadinya pertemuan antara Trump dan Putin.
Isi pertemuan itu juga disebut tidak mengatakan apa pun tentang melibatkan Ukraina atau negara-negara Eropa dalam negosiasi tersebut dan hanya menyebut "Trump adalah satu-satunya pemimpin di dunia yang dapat membuat Ukraina dan Rusia menyetujui hal itu".
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin (17/2) mengatakan negaranya tidak akan menerima hasil dari negosiasi apa pun yang dilakukan tanpa keterlibatan Ukraina.
Sedangkan negara-negara Eropa langsung mengadakan pertemuan darurat untuk mendiskusikan pertemunan Rubio dan Lavrov tersebut.
Load more