Di sisi lain, Hendarsam mengecam tindakan teror tersebut dan mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut serta menangkap pelaku.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi spekulasi liar terhadap pemerintah.
Sebab, kata Hendarsam dalam keadaan seperti ini pemerintah disinyalir akan selalu menjadi target kecurigaan.
“Aparat kepolisian harus segera mengusut dan menangkap pelaku. Karena dalam suasana semacam ini, pihak-pihak tertentu bahkan pelaku nya ingin membuat spekulasi liar untuk menuding Pemerintah,” ungkapnya.
Hendarsam menekankan kebebasan pers adalah syarat mutlak bagi negara demokrasi dan harus ilindungi.
Menurutnya keberadaan media seperti Tempo adalah sebagai sarana bagi pemerintah untuk mengoreksi diri sehingga tetap berada pada arah yang tepat.
“Selama Tempo dalam melaksanakan kerja jurnalistiknya dan berdiri di Republik Indonesia, mereka harus dilindungi. Apalagi mereka para jurnalis itu adalah anak-anak bangsa. Boleh kita berbeda pendapat atau berseberangan, tetapi ketika satu anak bangsa yang terusik, semua anak bangsa harus merasa tersakiti," pungkasnya. (raa)
Load more