“Gasmen juga mendorong Menteri Agama dan Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), menindaklanjuti kebijakan teknik dan ekosistem pengelolaan hani dan umrah, khusunya dengan Kebijakan Gerakan Percepatan perkampungan Haji dan Umrah seperi yang diinginkan Presiden,” ujarnya.
Poin lain yang disampaikan Gasmen adalah memohon dukungan Organisasi Sosial Keagamaan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan secara khusus Organiasi Sosial Islam untuk mendukung kegiatan mulia Presiden
tersebut.
“Memohon dukungan dan doa masyarakat Indonesia dan umat Islam untuk secara partisipasi dan akuntabilitas mengawal proses terwujudnya gerakan percepatan perkampungan khusus jamaah Haji dan Umrah asal Indonesia di Arab Saudi,” ungkap Fakhri.
Pada saat yang sama, GASMEN dan MUI telah menyepakati melakukan inisiasi terbentuknya Kelompok Kerja (POKJA) untuk akan melakukan proses percepatan pendirian perkampungan Jamaah Haji dan Umrah ini dengan melakukan mediasi, negoisasi, advokasi, kampanye kepada para stakeholder, share holder dan masyarakat/ umat muslim agar mendapat dukungan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Pada kegiatan Launching Gerakan Percepatan Pembangunan Pemukiman Haji tersebut, turut hadir antara lain Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan dan para stakeholder.
Amirsyah Tambunan mengatakan, kebutuhan pendanaan haji per tahun membutuhkan uang lebih dari Rp. 20 Triliun dimana Rp3-5 triliun untuk kebutuhan konsumsi dan penginapan jamaah Haji.
Pada saat yang sama pengelolaan haji dan umrah belum mempunyai dampak peningkatan kegiatan pertumbungan ekonomi di Indonesia.
“Melihat beberapa permasalahan tersebut, maka dapat kita disimpulkan bahwa pengelolaan konsumsi dan perkampungan jamaah haji belum dikelola ekosistem/konektifitas dan berkelanjutan atau masih bersifat adhock (misalkan saja sewa jamaah di saat musim haji dengan harga tinggi hal ini sejalan kebutuhan suplay dan demand) dan demikian konsumsi jamaah. Seperti kita ketahui, bahwa kebutuhan anggaran sewa kamar jemaah haji menjadi penyerapan anggaran tinggi setelah Penerbangan dan Konsumsi," terangnya.
Load more