tvOnenews.com - Pertandingan leg pertama antara Timnas Indonesia dan Bahrain pada 10 Oktober 2024 di Stadion Nasional Bahrain berakhir imbang 2-2.
Namun, hasil tersebut menimbulkan kontroversi besar.
Gol penyama kedudukan Bahrain yang tercipta pada menit ke-99 memicu kemarahan kubu Indonesia.
Banyak yang menilai keputusan wasit Ahmed Al Kaf asal Oman tidak adil dan merugikan tim Garuda.
Merasa terancam dengan reaksi keras tersebut, pada 16 Oktober 2024, BFA secara resmi mengajukan permohonan kepada FIFA dan AFC agar pertandingan leg kedua yang seharusnya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret 2025, dipindahkan ke tempat netral.
Mereka beralasan khawatir akan keselamatan timnya selama berada di Indonesia.
Namun, permohonan ini mendapat respons negatif dari banyak pihak.
Salah satunya datang dari media Irak, yang menyatakan keheranan mereka atas keputusan Bahrain.
Melalui akun X @iraqfootballpod, media tersebut menilai Indonesia sebagai negara yang ramah dengan atmosfer sepak bola yang luar biasa.
Menurut mereka, keputusan Bahrain hanya memperburuk citra mereka sendiri.
"Benar-benar lelucon. Bahrain tidak pantas mengunjungi Indonesia dan disambut oleh negara dan orang-orang yang begitu cantik. Kerugian bagi mereka," tulis media Irak di akun media soaial X, @iraqfootballpod.
Media Irak memiliki alasan kuat untuk pernyataan ini. Sebelumnya, Timnas Irak telah merasakan sambutan hangat dari para suporter Indonesia.
Pada Juni 2024, Timnas Irak mengunjungi Indonesia untuk menjalani laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Meskipun Irak menang dengan skor 2-0, suporter Indonesia tetap menunjukkan sportivitas tinggi dan tidak melakukan provokasi terhadap tim Irak.
Tidak seperti sikap suporter Indonesia terhadap Irak, laga antara Indonesia dan Bahrain berpotensi berlangsung dengan ketegangan lebih tinggi, terutama akibat kontroversi yang terjadi pada leg pertama.
Keputusan wasit yang merugikan Indonesia semakin memperkeruh situasi, hingga akhirnya memicu serangan netizen Indonesia terhadap Bahrain di media sosial.
Terlepas dari hal itu, setelah mempertimbangkan berbagai faktor, FIFA dan AFC akhirnya memutuskan bahwa pertandingan leg kedua tetap akan digelar di Jakarta sesuai jadwal semula.
Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Dito Ariotedjo, juga menegaskan bahwa pemerintah siap menjamin keamanan dan kenyamanan tim Bahrain selama mereka berada di Jakarta.
Dengan keputusan ini, suporter Indonesia semakin antusias menantikan laga panas tersebut.
Selain menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim di atas lapangan, pertandingan ini juga menjadi sorotan terkait rivalitas yang semakin memanas antara kedua negara dan para pendukungnya. (tsy/asl)
Load more