Nusa Dua, Bali - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memaparkan empat tantangan investasi berkelanjutan pada pembukaan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 di Nusa Dua, Bali.
Hal itu dinilai penting karena dua dari tiga negara berkembang di dunia memiliki ketergantungan terhadap komoditas mentah. Sehingga perlu memberikan dukungan kepada negara berkembang yang ingin memajukan industri mereka melalui optimalisasi kebijakan pemanfaatan sumber daya alam, seperti yang pernah dilakukan oleh negara-negara maju pada awal revolusi industri.
Kedua, investasi yang berkelanjutan juga perlu ramah terhadap kepentingan masyarakat setempat.
“Oleh karena itu kita perlu memastikan bahwa investasi berkelanjutan juga menjadi investasi yang inklusif, diantaranya dengan mendorong kolaborasi investor dengan UMKM lokal," ujar Bahlil.
Ketiga, investasi membutuhkan keadilan, dimana saat ini tren investasi di bidang energi hijau masih sangat timpang. Hanya satu per lima saja dari investasi energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. Dengan kata lain, dua per tiga dari total populasi dunia hanya mendapat satu per lima dari total investasi energi hijau.
Load more