Rembang, tvOnenews.com - Dampak kekeringan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, hingga kini terus meluas. Saat ini tercatat ada 15 ribu jiwa yang tersebar di 23 Desa dilanda krisis air bersih. Wargapun kini hanya mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk kebutuhan sehari hari.
Seperti yang terjadi di Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Rembang. Sudah tiga bulan lamanya warga di desa ini kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur dan sumber mata air telah mengering.
“Kalau di desa kami ya semuanya (terdampak kekeringan) sekitar 350 KK, kalau jumlah penduduk sekitar 961. Ini langganan tiap tahun mengalami kekeringan. Kan nggak ada sumber air, embung embung saat ini semuanya sudah nggak ada airnya, ada embung dua tapi sudah kering tidak ada airnya. Sungainya juga nggak ada airnya,” ujar perangkat Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Simin, Rabu (6/9/2023).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, kini warga hanya bisa menunggu bantuan distribusi air bersih dari pemerintah dan pihak lainnya. Selain itu, warga juga harus terpaksa membeli air bersih seharga 150 ribu rupiah per tangki isi 5000 liter.
Selama ini saat kondisi normal tidak musim kemarau, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari hari, warga mengambil air dari fasilitas Pamsimas desa setempat.
“Kekeringan di sini sudah berlangsung hampir tiga bulan. Kalau nggak ada droping air ya warga beli tangkinan itu, satu tangki sekitar Rp 130 sampai Rp 150 ribu per tangki. Kalau saat ini ada bantuan air ya alhamdulilah bisa dapat 2 jerigen 3 jerigen air untuk kebutuhan sehari hari,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Kabupaten Rembang, Puji Widodo mengatakan, dampak kekeringan di Kabupaten Rembang hingga kini terus meluas.
Load more