Gresik, tvOnenews.com - Warga Dusun Ploso, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Imam (28), seorang pemuda yang tinggal di desanya.
Tubuh Imam ditemukan warga telah terbujur kaku dalam kondisi tergantung di dalam kamar rumahnya. Aksi nekat korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu diduga karena mengalami depresi, Minggu (4/6).
Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun, kejadian bermula saat saksi bernama Rendra sedang berbincang dengan Imam di rumah Soleh yang tidak lain paman korban terkait rencana keberangkatan korban ke Kalimantan sekitar pukul 14.45 WIB. Setelah itu saksi pamit pulang untuk mandi sebentar.
Usai mandi, saksi pun balik ke rumah korban dan ternyata korban tidak ada, dia pun mencari di dalam rumah sambil memanggil nama korban. Tak ada jawaban, Rendra akhirnya masuk ke dalam rumah. Benar saja, ketika saksi berada di dalam rumah tepatnya di dalam kamar tidur belakang, dia melihat korban sudah tergelantung lehernya dengan terikat seutas tali tampar.
“Korban ditemukan gantung diri sekitar pukul 15.00 WIB pada Jum'at (2/6) di dalam kamar rumah milik Soleh paman korban, korban diduga bunuh diri karena depresi,” kata Kapolsek Benjeng, AKP Alimin Tunggal.
Dikatakan AKP Alimin, saksi sempat berusaha untuk menurunkan korban. Namun tidak membuahkan hasil karena berat, dia kemudian teriak memanggil kakaknya yakni Apriliyanti lalu mencari sabit untuk memotong tali tampar tersebut. Nahas, nyawa korban tak bisa terselamatkan.
“Sampai di dalam kamar (TKP) korban (IMAM) kondisi sujud di samping tempat tidur lalu saksi Rendra mengangkat tubuh korban untuk dibaringkan di tempat tidur dan sudah dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” jelas Alimin.
Selanjutnya, saksi Rendra menghubungi Polsek Benjeng untuk menindaklanjut peristiwa bunuh diri tersebut. Hasil penemuan saksi di TKP, terdapat sepucuk surat tulisan korban korban yang berisi permintaan maaf kepada keluarga.
“Di tempat tidur tersebut ada surat ya ditulis korban dengan isi permintaan maaf kepada keluarganya dan tidak mau merepotkan keluarganya,” jelasnya.
Selain itu, hasil pemeriksaan luar oleh bidan desa di TKP, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan hanya bekas ikatan tali di leher korban. Pihak keluarga pun menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut. (mhb/gol)
Load more