Sementara itu, Kabid Peternakan, Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Siti Barokah, menjelaskan bahwa fenoma yang dialami oleh pembudidaya ikan di Telaga Ngebel adalah fenomena upwelling.
Dimana air yang lebih hangat yang berada di dasar telaga naik ke atas permukaan telaga akibat dari pergerakan air dipermukaan. Naiknya air dari dasar telaga ini kemudian membawa sejumlah campuran seperti belerang dan zat amonia yang mengendap di dasar telaga.
“Upwelling, proses pergerakan air bawah yang lebih hangat naik ke atas permukaan telaga, dan upwelling ini tidak hanya terjadi di telaga, di laut juga bisa. Sementara dibawah ini kan banyak material-material yang ada unsur belerang, dan terbawa ke atas, setelah diperiksa kemarin itu tidak hanya belerang, juga ada amonia,” ungkap Siti.
Kini dengan fenomena alam ini, beberapa pembudidaya ikan di Telaga Ngebel hanya bisa pasrah sembari menunggu cuaca kembali membaik. Sejumlah keramba pun tampak kosong, sementara beberapa keramba hanya berisi ikan-ikan kecil yang belum siap untuk dijual.
Sementara itu, dari pantauan di jalan lingkar Telaga Ngebel, terlihat banyak warga yang mencari ikan lemas dengan berbagai cara, karena fenomena ini. Bahkan terlihat ada yang mendapatkan ikan lebih dari satu karung. (asn/far)
Load more