Pada pelaksanaan latihan, lanjut dia, diasumsikan mendapat serangan dari udara yang menyerang Koarmada II, sehingga dilakukan pertahanan pangkalan.
"Ada 18 kapal juga ikut dikeluarkan demi pertahanan pangkalan. Para prajurit siap siaga hingga malam hari. Skenario latihan yakni didapatkan informasi dari Denintel adanya tindakan spionase guna mencuri data personel TNI AL," paparnya.
"Sehingga seluruh KRI di Pangkalan menggelar peran latihan sabotase bawah Air. Disimulasikan penanggulangan kebocoran oleh Dislambair, yakni di KRI TLE-517 diduga akibat sabotase," imbuh Laksda TNI TSNB Hutabarat.
Pangkoarmada II juga menyampaikan, Armada Siaga merupakan bentuk kesiapsiagaan seluruh personel Koarmada II dalam menghadapi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan.
"Baik serangan dari laut maupun udara yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional," pungkasnya. (zaz/hen)
Load more