LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
BNNP Sumbar, Brigjen Sukria Gaos sebut telah memeriksa Kepala BNNK Pasbar.
Sumber :
  • Tim Tvone/Wahyudi

Kepala BNNK Pasbar Diduga Memeras Istri Tersangka Narkoba Puluhan Juta Rupiah untuk Mengubah Pasal

Istri tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap oleh BNNK Pasbar mengungkapkan bahwa ia menjadi korban pemerasan dengan jumlah uang puluhan juta rupiah.

Sabtu, 20 Mei 2023 - 18:51 WIB

Padang, tvOnenews.com - Salah satu istri tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasaman Barat (BNNK Pasbar) mengungkapkan bahwa ia menjadi korban pemerasan dengan jumlah uang puluhan juta rupiah. Uang tersebut disebut sebagai biaya untuk mengubah pasal tuduhan dari pengedar menjadi pemakai.

Dalam hal ini, istri tersangka yang disebut sebagai Bulan (bukan nama sebenarnya) mengklaim bahwa pemerasan dilakukan oleh Kepala BNNK Pasbar, Irwan Effenry Am, yang mengenalnya karena sering mengunjungi kafe miliknya.

"Irwan sering datang ke kafe saya dan bahkan sering diberi gratis karaoke. Dia tahu bahwa suami saya hanya seorang pemakai narkoba, kami telah membahas tentang rehabilitasi secara lisan, tetapi belum terealisasi, masih dalam tahap perencanaan," ungkap Bulan saat diwawancarai.

Bulan menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat suaminya ditangkap di Kota Payakumbuh pada akhir Mei 2023 sebagai pengembangan dari kasus penangkapan sebelumnya. Namun, menurutnya, tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan pada suaminya saat penangkapan.

Baca Juga :

"Suami saya ditangkap karena ada temannya yang ditangkap sebelumnya. Namun, tidak ada barang bukti narkoba yang dimiliki oleh suami saya," tegasnya. Setelah penangkapan, Bulan pergi ke kantor BNNK Pasaman Barat bersama adik iparnya.

"Saya pergi ke kantor BNN Kabupaten dan Kepala BNN Pasaman Barat menawarkan perubahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dia meminta dalam waktu tiga hari, tetapi saya tidak mengerti tentang BAP karena saya adalah seorang perempuan desa yang tidak tahu soal itu," jelasnya.

"Irwan menyebutkan bahwa biaya perubahan BAP sebesar Rp 25 juta. Saya bertanya dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu, saya tidak punya uang. Kami saling mengenal, mengapa harus membayar sejumlah besar seperti itu? Saya sedang mengalami kesulitan, tidak memiliki harta lagi, dan usaha saya terhenti. Lalu dia mengatakan agar saya mencari uang selama tiga hari," tambahnya.

Meskipun merasa stres dan terdampak pada kestabilan kehamilannya, sebagai seorang ibu tiga anak, Bulan terpaksa menggadaikan sepeda motornya untuk mendapatkan uang.

"Saya merasa stres dan panik, lalu saya menggadaikan sepeda motor saya dan mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta. Saya membawa uang tersebut ke ruang Kepala BNN Kabupaten Pasaman dan mengatakan bahwa saya hanya memiliki Rp 15 juta," ujar Bulan.

Namun, saat penyerahan uang, Kepala BNNK Pasbar meminta agar penyerahan dilakukan di tepi jalan yang akhirnya diikuti oleh Bulan. Penyerahan uang dilakukan oleh adik ipar Bulan bersama seorang anggota BNNK Pasbar.

"Setelah uang diterima, mereka menghitung uang tersebut kembali di ruangan, dan saya berada di sana, mungkin karena takut ada CCTV atau alasan lainnya," jelasnya.

Pasal Sangkaan Tak Berubah

Meskipun telah menyerahkan uang sesuai permintaan, Bulan merasa menyesal karena pasal yang diterapkan terhadap suaminya tetap tidak berubah. Ia mengajukan pertanyaan kepada Kepala BNNK Pasaman Barat mengenai hal ini.

"Setelah uang sebesar Rp 15 juta diterima, saya bertanya tentang pasal yang diterapkan. Katanya, masih Pasal 114 dan Pasal 112, artinya tidak ada perubahan, padahal yang ditawarkan adalah Pasal 127 sebagai pemakai. Jadi, apa gunanya meminta uang? Tidak bisa dilakukan," ungkap Bulan.

Bulan kemudian menceritakan tindakan pemerasan ini kepada saudaranya yang juga seorang wartawan di Pasaman Barat. Setelah cerita ini terungkap, pada bulan April uang tersebut akhirnya dikembalikan.

Awalnya, Bulan diminta datang ke kantor BNNK Pasbar untuk mengambil uang tersebut. Namun, ia menolak dan akhirnya proses pengembalian uang dilakukan di rumahnya.

"Saya tidak mau pergi ke kantor untuk mengambil uang itu. Sebagai gantinya, dua anggota BNN Kabupaten Pasaman Barat datang ke rumah saya," ungkapnya. Bulan sempat menanyakan alasan pengembalian uang. Dua anggota tersebut mengaku hanya menjalankan perintah atasan mereka.

"Mereka mengatakan bahwa perintahnya datang dari komandan untuk mengembalikan uang," ujar Bulan menirukan kata-kata anggota BNN Kabupaten Pasaman Barat yang datang ke rumahnya. Ia juga menyebut bahwa penyerahan uang tersebut direkam secara diam-diam.

Bulan mengatakan bahwa setelah itu tidak ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak BNN Kabupaten Pasaman Barat. Ia berharap suaminya dapat menjalani rehabilitasi jika tidak terbukti sebagai pengedar.

Di sisi lain, Kepala BNNK Pasbar, Irwan Effenry Am, enggan memberikan pernyataan terkait kasus ini. Ia menyerahkan klarifikasi kepada BNN Provinsi Sumbar. "Maaf, izin untuk klarifikasi ke BNNP saja," ungkapnya singkat.

BNNP Sumatera Barat Periksa Kepala BNNK Pasbar

Menanggapi pengaduan istri salah satu tersangka peredaran narkoba di Pasaman Barat, Badan Narkotika Nasonal Propinsi Sumatera Barat (BNNP Sumbar) segera memeriksa Irwan Effenry Am, Kepala BNNK Pasbar, terkait dugaan kasus pemerasan terhadap dua istri tersangka.

Diduga Irwan meminta uang sebagai imbalan untuk mengubah pasal dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari pasal yang menuduh sebagai pengedar menjadi pemakai narkoba.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Sukria Gaos, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini dan baru mengetahuinya.

"Kami sedang memeriksa pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Sedang dalam proses pemeriksaan," ujar Gaos pada Jumat (19/5). Gaos menyatakan bahwa hasil penyelidikan dan pemeriksaan akan segera diumumkan. Jika terbukti, tindakan tegas akan diambil.

"Nanti, setelah saya mendapatkan informasi yang lebih mendalam, akan kami sampaikan. Kami akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya. (yud/fna)

 

 

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Sarapan Bersama, Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Bahas Kerjasama Pertahanan hingga Ekonomi

Sarapan Bersama, Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Bahas Kerjasama Pertahanan hingga Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto melakukan sarapan pagi bersama dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Swissotel, Lima, Peru, Kamis (14/11) pagi.
Survei Unggulkan Pramono-Rano di Pilgub Jakarta, PRIDE Ingatkan Hasil Pilgub DKI Jakarta 2017

Survei Unggulkan Pramono-Rano di Pilgub Jakarta, PRIDE Ingatkan Hasil Pilgub DKI Jakarta 2017

Hasil survei terbaru dari SMRC terkait Pilgub DKI Jakarta menunjukkan keunggulan pasangan Pramono Anung-Rano Karno dengan raihan 46 persen, sementara pasangan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh dukungan 39 persen. 
Soal Keluhan Sertifikasi Halal, Ini Langkah Konkrit Kepala BPJPH Babe Haikal Hadapinya

Soal Keluhan Sertifikasi Halal, Ini Langkah Konkrit Kepala BPJPH Babe Haikal Hadapinya

Soal pemberlakuan wajib bersertifikat halal dengan batasan dan ketentuan yang jelas, Kepala BPJPH, Haikal Hassan kembali menyerap aspirasi dari berbagai pihak dan para pemangku kepentingan.
Gamma Thohir Mewakili Anak Muda Indonesia Dalam Diskusi Internasional di COP 29 Azerbaijan

Gamma Thohir Mewakili Anak Muda Indonesia Dalam Diskusi Internasional di COP 29 Azerbaijan

Pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa-Bangsa COP29 Baku Azerbaijan, di Global Renewables Hub - IRENA Paviliun, Rabu (13/11/2024) dilakukan diskusi dengan topik Intergenerational Action for Tripling Renewable Energy by 2030. 
Jadwal Final Four Livoli Divisi Utama 2024: Hari Ini Ada LavAni Navy Vs Indomaret Sidoarjo, Farhan Halim Tampil Bersama Rajawali Pasundan?

Jadwal Final Four Livoli Divisi Utama 2024: Hari Ini Ada LavAni Navy Vs Indomaret Sidoarjo, Farhan Halim Tampil Bersama Rajawali Pasundan?

Jadwal Final Four Livoli Divisi Utama 2024, ada laga seru LavAni Navy Vs Indomaret Sidoarjo dan Farhan Halim berpotensi tampil bersama Rajawali Pasundan.
Head to Head Timnas Indonesia Vs Jepang, Ternyata Skuad Garuda Pernah Bantai Samurai Biru dengan Skor Akhir 7-0 di Ajang Ini

Head to Head Timnas Indonesia Vs Jepang, Ternyata Skuad Garuda Pernah Bantai Samurai Biru dengan Skor Akhir 7-0 di Ajang Ini

Head to head Timnas Indonesia Vs Jepang hari ini, Jumat (15/11/2024) di SUGBK, ternyata skuad Garuda pernah membantai Samurai Biru dengan skor akhir 7-0. 
Trending
Profil Tim Geypens yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Ternyata Adik Mees Hilgers di FC Twente

Profil Tim Geypens yang Resmi Jalani Proses Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Ternyata Adik Mees Hilgers di FC Twente

Intip profil Tim Geypens pemain keturunan yang resmi menjalani proses naturalisasi untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Ternyata jebolan akademi FC Twente.
Peringkatnya Dilangkahi China di Klasemen Grup C, Mimpi Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Bisa Langsung Terkubur jika...

Peringkatnya Dilangkahi China di Klasemen Grup C, Mimpi Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Bisa Langsung Terkubur jika...

Timnas Indonesia jadi juru kunci klasemen Grup C dan sudah dilangkahi China yang berada di posisi keempat. Skuad Garuda tak bisa lolos Piala Dunia 2026 jika...
Kisah Mualaf Vendry Mofu, Mantan Pemain Timnas Indonesia Putuskan Masuk Islam Demi Dapatkan ini di Semen Padang

Kisah Mualaf Vendry Mofu, Mantan Pemain Timnas Indonesia Putuskan Masuk Islam Demi Dapatkan ini di Semen Padang

Mantan pemain Timnas Indonesia, Vendry Mofu mempunyai kisah perjalanan mualaf sejak kariernya semakin melesat di Semen Padang. Ia memeluk agama Islam pada 2010.
Jelang Kick Off, Ramai Pemain Jepang Kritik Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia, Kaoru Mitoma dkk: Buat Pertandingan Bakal..

Jelang Kick Off, Ramai Pemain Jepang Kritik Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia, Kaoru Mitoma dkk: Buat Pertandingan Bakal..

Jelang laga Timnas Indonesia vs Jepang, pemain Jepang satu per satu memberikan komentar soal naturasilasi. Pelatih hingga pemain legenda Jepang juga ikutan
Tinggal 5 Menit Lagi Waktu Subuh, Apakah Masih Boleh Shalat Tahajud? Buya Yahya Tegaskan Bisa Selama ...

Tinggal 5 Menit Lagi Waktu Subuh, Apakah Masih Boleh Shalat Tahajud? Buya Yahya Tegaskan Bisa Selama ...

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyampaikan ketika mau tahajud tapi bangun kesiangan masih bisa dilakukan. Sehingga waktu mepet shalat subuh kaya 15 atau 5 menit
Gantikan Roberto Mancini di Arab Saudi, Pelatih Ini Mualaf karena Terinspirasi Perlawanan Palestina kepada Israel

Gantikan Roberto Mancini di Arab Saudi, Pelatih Ini Mualaf karena Terinspirasi Perlawanan Palestina kepada Israel

Sayangnya, posisi Roberto Mancini tak bertahan lama di Arab Saudi. Iatelah dipecat oleh Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Lalu Herve Renard masuk, mualaf
Bintang Liga Inggris Beri Sindiran Halus pada Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Walau Dihiasi Langganan Liga Eropa, Jepang Jauh Lebih Unggul Soal...

Bintang Liga Inggris Beri Sindiran Halus pada Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Walau Dihiasi Langganan Liga Eropa, Jepang Jauh Lebih Unggul Soal...

Jelang laga krusial, Timnas Indonesia dapat sorotan khusus dari bintang Liga Inggris, Kaoru Mitoma. Sesumbar sampai sebut pemain naturalisasi King Indo itu...
Selengkapnya
Viral