Muaraenim, Sumatera Selatan - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Muaraenim menggelar aksi unjuk rasa ke PT Bukit Asam Tbk.
Sejumlah wartawan yang sudah diberi ID Card yang bertuliskan Media oleh pihak panitia secara tiba-tiba dilarang untuk meliput tanpa alasan yang jelas, tidak hanya itu saja saat salah satu wartawan yang ingin melakukan konfirmasi terhadap salah satu pejabat PTBA diduga mendapat perlakuan kasar oleh salah satu staf humas PT Bukit Asam.
Ketua PWI Kabupaten Muaraenim. AL Azhar meminta kepada Direktur Utama PTBA untuk mengevaluasi kinerja bawahannya agar mengingat lagi bahwa jurnalis adalah pekerja publik.
Selain itu, tegasnya, para jurnalis dalam melakukan pekerjaannya pun dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
"Ini adalah puncak keresahan jurnalis yang ada di kabupaten Muaraenim terutama anggota PWI, sebenarnya bukan sekali ini saja terjadi adanya larangan meliput kegiatan PTBA tanpa alasan yang jelas, namun ini adalah puncaknya sehingga memaksa kami untuk menggelar aksi ini," katanya. Selasa (23/8/2022).
Dikatakannya, menghalangi kerja jurnalis berarti melanggar undang-undang. Pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan publik karena publik perlu tahu informasi kinerja PTBA.
Load more