Jakarta, tvOnenews.com - Pada Kamis, 27 Februari 2025, saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan yang signifikan.
Penurunan ini diduga terjadi setelah peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) beberapa hari sebelumnya, yang diduga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai dampaknya terhadap kinerja saham BUMN dalam jangka pendek.
Selain itu, muncul kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero) untuk periode 2018-2023, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun.
Kasus ini melibatkan beberapa individu, termasuk pengusaha Riza Chalid. Meskipun kasus ini berpusat pada induk perusahaan, dampaknya dapat dirasakan oleh anak-anak perusahaan yang sahamnya diperdagangkan publik, seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup turun 2,33% atau 100 poin ke level 4.200 pada perdagangan kemarin.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami penurunan, dengan harga saham ditutup pada 3.660,00, turun dari 3.820,00 pada hari sebelumnya.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 1,85% menjadi 5.300.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengalami penurunan sebesar 2,10% ke level 3.890.
Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turun 1,75% ke level 1.125, sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah 2,25% ke level 1.980.
Load more