Ketidakpastian ini telah berdampak serius pada sejumlah spesies ikan bernilai tinggi, termasuk tuna sirip biru Atlantik. Pada bulan Januari, para nelayan di perairan Carolina Utara melampaui kuota tangkapan hingga 125% karena NOAA gagal menerbitkan regulasi penutupan perikanan tepat waktu.
Akibatnya, nelayan di New York dan New England mungkin akan menghadapi pengurangan kuota ketika tuna bermigrasi ke utara pada musim panas mendatang.
Tidak hanya itu, sebanyak 163 karyawan kontrak di NOAA, termasuk ahli biologi perikanan dan spesialis pengelolaan perikanan, dipecat pada Februari lalu. Pemecatan ini menambah ketidakpastian karena staf tersebut memiliki peran kunci dalam menetapkan kuota tangkapan dan memantau kesehatan stok ikan.
John Ainsworth, seorang nelayan cumi-cumi di Rhode Island, menyebut pemecatan ini sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan industri perikanan.
"Manajer federal untuk perikanan cumi-cumi seharusnya mengatur musim penangkapan. Tanpa mereka, bagaimana kita tahu kapan musim dimulai dan berapa banyak yang bisa ditangkap?" ujarnya.
Noah Oppenheim, seorang konsultan industri perikanan, memperingatkan bahwa perubahan atau penundaan dalam musim penangkapan bisa menjadi penentu hidup atau mati bagi nelayan.
Load more