Kelenjar tersebut memproduksi hormon tiroid–tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Hipertiroid terjadi ketika kadar dari kedua hormon itu meningkat di dalam darah.
Hormon tiroid mempunyai peranan dalam mengatur metabolisme tubuh, menurunkan detak jantung, dan ikut mengatur suhu tubuh. Selain itu, hormon itu berfungsi dalam mengatur otot dalam berkontraksi, mempengaruhi perkembangan otak, serta membantu regenerasi kulit.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, terdapat beberapa gejala hipertiroid antara lain:
Hipertiroid bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya ada anggota keluarga yang memiliki riwayat hipertiroid. Seperti yang terjadi pada aktor Indra Bruggman, yang mana almarhumah ibundanya punya riwayat penyakit yang sama.
Dilansir dari Clinical Laboratory, bahwa wanita memiliki risiko terkena masalah tiroid lebih tinggi dibandingkan dengan pria karena hormon estrogen yang dimiliki oleh wanita.
Selain itu, adanya penyakit kronis seperti diabetes tipe 1, anemia pernisiosa (kekurangan sel darah merah akibat defisit vitamin B12), dan insufisiensi adrenal primer (kondisi kelenjar adrenal tidak memproduksi hormon kortisol) juga menjadi faktor penyebabnya. (Mzn)
Load more