Jakarta – Dilansir dari Hellosehat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan kanker paru-paru pada posisi pertama penyebab kematian tertinggi.
Biasanya kanker paru-paru baru disadari penderitanya ketika sudah memasuki stadium lanjut. Padahal ketika kanker paru-paru sudah memasuki stadium lanjut maka penyakit ini akan semakin sulit untuk ditangani.
Agar tidak terlambat sebaiknya sadari gejala kanker paru-paru sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa gejala kanker paru-paru yang cukup umum terjadi namun cenderung diabaikan.
Gejala kanker paru-paru (Freepik)
Gejala kanker paru-paru yang bisa dilihat secara cepat adalah batuk kronis yang disertai darah atau bercak darah. Biasanya gejala ini muncul ketika seseorang mengidap kanker paru-paru stadium awal. Karena itu diharapkan segera berkonsultasi ke dokter juga mengalami batuk darah.
Selain batuk berdarah, gejala kanker paru-paru lainnya yang cukup mudah untuk dideteksi adalah batuk yang tidak kunjung usai. Sebenarnya batuk adalah hal yang wajar terjadi, apalagi pada orang-orang yang memiliki risiko alergi.
Namun jika batuk terjadi dalam waktu lama dan tidak kunjung membaik sebaiknya hati-hati. Dilansir dari Halodoc, batuk yang tak kunjung usia bisa menjadi indikasi awal adanya kanker paru-paru. Karena itu, jika batuk terjadi lebih dari 2 minggu sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Penurunan berat badan merupakan impian sebagian orang. Tapi jika berat badan menurun sebanyak 4,5 kilogram atau lebih tanpa alasan yang jelas sebaiknya hati-hati. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu gejala kanker paru-paru yang jarang disadari.
Penurunan berat badan terjadi ketika sel-sel kanker menggunakan energi di dalam tubuh dan mengambil seluruh nutrisi dari makanan. Oleh karena itu, jangan abaikan penurunan berat badan, terutama jika tidak melakukan diet.
Dilansir dari Alodokter, sesak napas atau napas terengah-engah ketika sedang melakukan akvitas sederhana bisa menjadi gejala kanker paru-paru stadium awal. Gejala satu ini terhadi karena sel kanker menghalangi saluran pernapasan atau adanya penumpukan cairan di sekitar paru-paru.
Meski begitu, sesak napas tidak selalu mengindikasikan kanker paru-paru, ya. Beberapa penyakit yang menyerang paru-paru lain juga bisa memiliki gejala satu ini.
Nyeri dada terkadang diabaikan banyak orang karena dianggap terjadi karena kelelahan saja. Tapi jangan salah nyeri dada ternyata juga bisa jadi indikasi dari kanker paru-paru, bahkan gejala ini bisa menyebar hingga ke bahu atau punggung.
Biasanya rasa nyeri akibat kanker paru-paru bersifat tajam, muncul secara terus menerus, meskipun bisa juga hilang timbul. Nyeri dada ini biasanya akan terasa lebih berat ketika menarik napas, batuk, atau tertawa.
Jangan abaikan suara serak karena hal tersebut bisa menjadi indikasi awal kanker paru-paru. Biasanya suara serak yang menjadi gejala kanker paru-paru stadium awal berlangsung lebih dari 2 minggu.
Gejala satu ini bisa terjadi karena sel kanker memengaruhi saraf yang mengatur pita suara. Akibatnya ternyata perubahan pada suara yang terdengar jadi serak.
Mengi merupakan suara napas yang keluar ketika seseorang menarik atau menghembuskan napas. Meskipun bukan kanker paru-paru, gejala mengi yang muncul pada seseorang bisa mengindikasikan kondisi kesehatan paru seseorang.
Karena itu, hati-hati terhadap gejala mengi yang muncul pada tubuh. Jika mengi terus-terusan muncul dan tak kunjung membaik sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Itulah 7 gejala kanker paru-paru yang perlu diwaspadai banyak orang. Jika mengalami tanda-tanda di atas sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter. Jangan takut terhadap diagnosis, karena semakin cepat kanker terdeteksi maka akan semakin cepat juga proses penyembuhan bisa dilakukan. (Lsn)
Load more