tvOnenews.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan bahwa setiap rest area kini dilengkapi dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berteknologi fast charging.
Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemudik yang menggunakan mobil listrik selama musim mudik Lebaran.
Menurut Darmawan, setiap SPKLU di rest area memiliki jarak sekitar 22 km satu sama lain. Hal ini diharapkan dapat mempermudah pemudik dalam mengisi daya kendaraan listrik mereka.
“Di setiap rest area sudah ada SPKLU yang fast charging (teknologi pengisian cepat baterai) dan jarak satu dengan yang lain hanya sekitar 22 km,” kata Darmawan, Selasa (18/3/2025).
Pada Lebaran 2025, jumlah pengguna kendaraan listrik diperkirakan meningkat signifikan hingga 500 persen, mencapai sekitar 21.570 kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4.314 kendaraan.
Sejalan dengan itu, transaksi pengisian daya di SPKLU juga diproyeksikan meningkat lima kali lipat, dari 14.002 transaksi pada Lebaran 2024 menjadi sekitar 70.000 transaksi.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan ini, PLN akan meningkatkan jumlah SPKLU di area dengan tingkat okupansi tinggi hingga 7,5–8 kali lipat.
Jika pada Lebaran 2024 terdapat 108 SPKLU dengan okupansi tinggi, maka pada tahun 2025 jumlahnya akan ditambah hingga 800 unit.
Bahkan di daerah dengan tingkat okupansi rendah, jumlah SPKLU juga akan ditingkatkan hampir dua kali lipat.
Darmawan menjelaskan bahwa pemudik yang berangkat dari Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa kemungkinan besar akan mengisi daya pertama di sekitar Cirebon, Tegal, atau Batang, sebelum melakukan pengisian daya berikutnya di Semarang, Jawa Tengah.
Setelah itu, pengisian daya dapat dilakukan lagi di Madiun hingga Surabaya, Jawa Timur.
Perhitungan ini didasarkan pada rata-rata jarak tempuh mobil listrik, yang berkisar 350 km. Namun, pada umumnya pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya setiap 200–250 km saat melakukan perjalanan jarak jauh.
(amr)
Load more