Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir di acara hari lahir (harlah) ke-78 muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (20/1/2024).
Dalam acara tersebut, Jokowi memberikan pengarahan kepada ribuan muslimat NU yang hadir pada acara tersebut.
Salah satunya terkait menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024.
Presiden Jokowi saat Hadiri Rangkaian Harlah ke-78 sekaligus HUT ke-101 NU di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2023)
"Pemilu itu sangat penting dan menentukan, tapi kita tidak ingin gara gara pemilu, gara gara beda pendapat, gara gara beda pilihan, justru kita saling menghujat," katanya.
Jokowi juga menyampaikan, bahwa masyarakat jangan mau diadu domba oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat menimbulkan kisruh di pemilu mendatang.
"Tidak boleh saling menghina, tidak boleh saling menjelekkan, sama tetangga tidak saling sapa tidak boleh, sesama warga saling berkelahi juga tidak boleh, jangan mau kita diadu domba oleh seperti itu, jangan mau kita dibentur benturkan oleh seperti itu," ungkapnya.
Dirinya menuturkan, bahwa yang lebih penting adalah masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan menjaga kesatuan keutuhan Indonesia.
"Karena yang lebih penting dari semua itu, keutuhan bangsa, kesatuan bangsa, ketununan bangsa," tuturnya.
Seperti diketahui Ratusan ribu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) meramaikan hari lahir (harlah) ke-78 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (20/1/2024).
Panitia Harlah ke-78 Muslimat NU memperkirakan terdapat sekitar 150.000 anggota yang dibawa ke lokasi acara itu dengan menggunakan 2.995 bus. Mereka berasal dari 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU.
Acara tersebut juga dihadiri Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU berasal dari 11 negara antara lain Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris dan Jepang. (aha)
Load more