LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Nasihat Ustaz Adi Hidayat untuk yang Bermaksiat: Anda Tidak Seburuk Firaun, Kapan Mau Taubat?
Sumber :
  • freepik

Nasihat Ustaz Adi Hidayat untuk yang Bermaksiat: Anda Tidak Seburuk Firaun, Kapan Mau Taubat?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) berikan nasihat tentang taubat dan ingatkan soal Firaun kepada setiap Muslim yang bermaksiat atau berbuat dosa. Apakah pesan dari UAH?

Jumat, 11 Oktober 2024 - 22:25 WIB

Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat (UAH) berikan nasihat tentang taubat dan ingatkan soal Firaun kepada setiap Muslim yang bermaksiat atau berbuat dosa.

Ustaz Adi Hidayat (UAH) kemudian mengatakan bahwa siapa saja pasti mengenal Firaun, Raja Mesir yang terkenal zalim itu.

Bahkan, nama Firaun disebutkan sebanyak 74 kali dalam Al-Qur’an.

Namun meski zalim, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan bahwa Allah SWT tetap sayang dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertaubat.

“Itulah Firaun jahatnya luar biasa, membunuh bayi, mengaku Tuhan, menentang Allah SWT, menentang Nabinya,” jelas Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya.

Baca Juga :

“Namun rahmat Allah tetap berlaku baginya (Firaun), sebelum nyawanya sampai di kerongkongan diberikan hidayah oleh Allah SWT langsung melalui Nabi Musa dan Nabi Harun. Namun fir’aun tidak sanggup mengucap Allahu Akbar,” sambung UAH.

Hal ini kata UAH, karena hidayah itu diturunkan kepada hamba yang yakin kepada Allah SWT.

“Mereka orang-orang yang yakin kepada Allah, Allah akan memberikan hidayah,” ujar Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Ustaz Adi Hidayat (UAH) kemudian mengingatkan, ketika Allah sudah memudahkan kita mengucap takbir maka sebaiknya bersyukurlah.

“Kalau Allah sudah berikan hidayah, sampai lisan antum bisa mengucapkan kalimat takbir pembuka hidayah. Maka apakah dengan semua nikmat itu belum mampu mendorong kita untuk berubah?” ujar UAH.

Hal ini karena untuk memiliki nikmat dapat mengucap takbir itu tidak mudah. 

“Sedahsyat-dahsyatnya firaun pun tidak dapat memiliki nikmat tersebut,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

“Allah sudah mudahkan, dan ini gak mudah loh mengucapkan kalimat Allah. Sedahsyat-dahsyatnya fira’aun gak bisa dia mengucapkan itu,” sambungnya.

Maka dari itu, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mempertanyakan kepada Muslim yang tidak sejahat Firaun namun belum juga mau bertaubat.

“Sedangkan anda, tidak sejahat firaun, tidak menentang Allah, memiliki nikmat dapat mengucapkan takbir,” tandasnya. 

“Apakah tidak terlintas untuk berubah menjadi hamba Allah yang lebih baik? Jangan sampai ajal lebih dulu menghampiri kita sebelum hidayah itu sendiri,” sambung Ustaz Adi Hidayat.

Kata "taubat" sendiri berasal Bahasa Arab "tawbah", yang berarti "kembali".

Makna taubat berarti kembali kepada jalan Allah SWT dengan meninggalkan perbuatan dosa, menyesal, dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia tentu saja tidak terlepas dari kesalahan. Maka dari itu, ketika seseorang melakukan kesalahan, sebaiklah lekaslah bertaubat. 

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan jika seseorang ingin bertaubat secara benar dan tuntas kepada Allah SWT, maka ketika ia melakukan kesalahan, ia akan sesegera mungkin menyadari kesalahan tersebut dan langsung bertaubat.

“Karena kesadaran tentang kesalahan itu bagian dari kasih sayang Allah yang mengantarkan seorang hamba pelaku maksiat untuk segera taubat," ujarnya.

Perintah Taubat

Allah SWT memerintahkan agar hambaNya bertaubat, hal in sebagaimana dalam firman Allah, Surah At Tahrim ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dari tafsir yang ada di Qur'an Kemenag, dijelaskan, bahwa ayat ini merupakan seruan yang ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan para rasul-Nya.

Mereka diperintahkan bertaubat kepada Allah SWT dari dosa-dosa mereka dengan taubat yang sebenar-benarnya (tobat nasuha).

Taubat yang sebenar-benarnya memenuhi tiga syarat yakni yang pertama, berhenti dari maksiat yang dilakukannya.

Kemudian yang kedua, menyesali perbuatannya dan ketiga, berketetapan hati tidak akan mengulangi perberbuatan maksiat tersebut.

Itulah nasihat Ustaz Adi Hidayat kepada seluruh Muslim agar yang berdosa lekas bertaubat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan disarankan bertanya langsung kepada ulama atau para pendakwah.

 

Wallahu’alam

Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Jokowi Langsung Lemas, Menghitung 2.500 Ton Emas RI yang Hilang sebelum Freeport Diambil Indonesia: Jangan Tepuk Tangan, Rupiahkan!

Jokowi Langsung Lemas, Menghitung 2.500 Ton Emas RI yang Hilang sebelum Freeport Diambil Indonesia: Jangan Tepuk Tangan, Rupiahkan!

Presiden Jokowi langsung lemas ketika tahu nilai rupiah dari 2.500 ton emas Freeport yang tak pernah dinikmati Indonesia. Setelah dihitung, segini nilainya.
Ekspor Makanan dan Minuman ke Australia, Ketahui Syarat dan Peluang Cuannya

Ekspor Makanan dan Minuman ke Australia, Ketahui Syarat dan Peluang Cuannya

Australia memberi beberapa syarat agar ekspor makanan dan minuman buatan pelaku usaha dan UMKM Indonesia bisa tembus di negara berjuluk Negeri Kanguru itu.
Kasus Dugaan Persetubuhan dan Praktik Aborsi Tak Tuntas, Kini Nikita Mirzani Siap Hadapi Hal Ini...

Kasus Dugaan Persetubuhan dan Praktik Aborsi Tak Tuntas, Kini Nikita Mirzani Siap Hadapi Hal Ini...

Nikita Mirzani dipolisikan buntut kasus dugaan persetubuhan disertai praktik aborsi terhadap anaknya yakni Laura Meizani alias Lolly dengan terlapor Vadel Badjideh.
Benyamin Davnie Janji Tingkatkan Infrastruktur dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kota Tangsel

Benyamin Davnie Janji Tingkatkan Infrastruktur dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kota Tangsel

Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie kembali memaparkan sejumlah program kampanyenya.
Sentra Gakkumdu Jakarta Selatan Dinilai Jadi Salah Satu Pilar Terciptanya Pilkada 2024 Serentak yang Berintegritas

Sentra Gakkumdu Jakarta Selatan Dinilai Jadi Salah Satu Pilar Terciptanya Pilkada 2024 Serentak yang Berintegritas

Rektor Universitas Bung Karno (UBK), Didik Suhariyanto mengapresiasi kinerja Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Jakarta Selatan dalam mempersiapkan perhelatan Pemilu dan Pilkada 2024 Serentak.
Disebut Tak Ada Kerugian Negara, Pakar: Kasus Hukum Mardani Maming Perlu Ditelaah Ulang

Disebut Tak Ada Kerugian Negara, Pakar: Kasus Hukum Mardani Maming Perlu Ditelaah Ulang

Guru Besar Hukum Tata Usaha Negara Universitas Diponegoro (Undip), Yos Johan Utama menyorot proses hukum kasus korupsi yang menyeret mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming.
Trending
Buntut Dugaan Curang, Timnas Indonesia Laporkan Wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf ke FIFA, Tegas Ustaz Adi Hidayat soal Pemimpin Zalim Sebaiknya Dilakukan...

Buntut Dugaan Curang, Timnas Indonesia Laporkan Wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf ke FIFA, Tegas Ustaz Adi Hidayat soal Pemimpin Zalim Sebaiknya Dilakukan...

Buntut dari kepemimpinan Wasit Ahmed Abu Bakar Al Kaf yang tetap melanjutkan permainan meski sudah berakhir dinilai curang. Dilaporkan ke FIFA simak penjelasan
Fakta Kelam Ahmed Al Kaf: Pernah 12 Tahun jadi Pengangguran, Kini Jadi Wasit yang Rugikan Timnas Indonesia

Fakta Kelam Ahmed Al Kaf: Pernah 12 Tahun jadi Pengangguran, Kini Jadi Wasit yang Rugikan Timnas Indonesia

Ahmed Al Kaf selaku wasit yang merugikan Timnas Indonesia saat melawan Bahrain ternyata memiliki fakta kelam, sempat menjadi pengangguran selama 12 tahun.
Betrand Peto Masih Butuh 'Sentuhan' Sarwendah, Ruben Onsu Biarkan Mantan Istri Tinggal dengan Anak Angkatnya: Saya Gak Mau Lagi...

Betrand Peto Masih Butuh 'Sentuhan' Sarwendah, Ruben Onsu Biarkan Mantan Istri Tinggal dengan Anak Angkatnya: Saya Gak Mau Lagi...

Ruben Onsu membeberkan alasan memperbolehkan anak angkatnya, Betrand Peto tinggal bersama Sarwendah. Menurutnya, Onyo masih membutuhkan sentuhan dari Sarwendah.
Tolong Masih Posisi Tahiyat Akhir Usai Shalat Subuh, Baca Zikir Anjuran Nabi Muhammad SAW ini 10 Kali Kata Ustaz Khalid Basalamah

Tolong Masih Posisi Tahiyat Akhir Usai Shalat Subuh, Baca Zikir Anjuran Nabi Muhammad SAW ini 10 Kali Kata Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah menyarankan setelah shalat Subuh masih dalam posisi tahiyat akhir meski telah salam agar mengisi amalan zikir ajaran Nabi Muhammad SAW.
Kabar Terbaru Kasus Kematian Vina Cirebon, Iptu Rudiana Geram Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan ke Polda Metro Jaya

Kabar Terbaru Kasus Kematian Vina Cirebon, Iptu Rudiana Geram Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan ke Polda Metro Jaya

Kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon masih terus berlanjut usai sejumlah terpidana mengajukan sidang peninjauan kembali (PK).
Hadir Sebagai Saksi Ahli, Yusril Ihza Mahendra Mengaku Janggal Penetapan Tersangka Direksi PT KSM oleh Polda Metro Jaya

Hadir Sebagai Saksi Ahli, Yusril Ihza Mahendra Mengaku Janggal Penetapan Tersangka Direksi PT KSM oleh Polda Metro Jaya

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penetapan tersangka Direksi PT KSM yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penggelapan.
Kubu Korban Aksi Penganiaayan Siswa MA As-Syafiiyah Bingung Polres Metro Jakarta Selatan Usut Kasus Usai Viral

Kubu Korban Aksi Penganiaayan Siswa MA As-Syafiiyah Bingung Polres Metro Jakarta Selatan Usut Kasus Usai Viral

Kasus penganiaayan terhadap siswa MA As-Syafiiyah di Jakarta Selatan bernama Afdal Ali (16) menyita perhatian publik.
Selengkapnya