"Kami bisa katakan semua yang berkaitan dengan bandara dan asrama haji sudah siap. Tahun lalu juga on time semua," ujarnya.
Terkait dengan pemberangkatan umrah, Dedi menyebutkan penerbangan diprediksi dimulai pada Februari 2025, dan pihak Kertajati sudah membahas dan menginformasikan semua kesiapan kepada perusahaan travel.
Tak hanya itu, Dedi juga menyatakan potensi bisnis terus digali untuk meningkatkan kinerja bisnis bandara yang berada di Majalengka tersebut, seperti penambahan rute penerbangan, hingga penjajakan kerja sama di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di BIJB Kertajati.
"MRO kami sudah lakukan penjajakan kerja sama dengan Garuda. Kemudian, kargo juga potensial, kami akan tingkatkan kuantitas pengirimannya. Sekarang itu enam ton per hari, nanti akan kami tingkatkan bisa sampai 60 ton per hari," jelas Dedi.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 mayoritas jamaah haji Jawa Barat akan berangkat dari Kertajati, seiring dengan kuota jamaah haji Jabar untuk tahun 2025 sebesar 38.723 orang.
Hal ini, berbeda dibanding tahun 2024, di mana dari kuota 40.594 orang jamaah calon haji, terdiri atas 27.526 orang yang berangkat dari Embarkasi Bekasi (JKS) dan yang dari Embarkasi Kertajati (KJT) 13.068 orang.
"Kali ini lebih banyak dari tahun lalu untuk embarkasi Kertajati, tapi masih ada dari Bekasi yakni Bekasi dan Bogor atau Depok, tapi kuota lebih banyak dari Indramayu," kata Bey, pada Jumat (17/1/2025).
Load more