Ia mendapatkan informasi bahwa, Mitra Kukar saat itu membuka lowongan pemain asing. Nahasnya, ia mengurungkan niatnya karena persyarat tes dari klub tersebut begitu susah.
Setelah itu, Escobar akhirnya mendapat pinangan dari Persepam Madura atau Persepam Pamekasan yang saat itu bernama Persepam Madura Utama.
Ia juga beruntung bisa satu tim oleh salah satu legenda hidup Timnas Indonesia, Zaenal Arief. Sosok tersebut juga membuat Escobar nyaman di Persepam.
Di Persepam, Escobar pertama kali bermain saat laga melawan tim dari Papua.
Pemain naturalisasi yang mualaf itu merasa terkejut banyak penggawa Persepam mengalami cedera.
"Saya kaget, kenapa? Karena kita mau main pertandingan pertama dan kedua di Papua. Teman-teman saya semua, saya lihat cedera semua, sakit karena cedera," jelas Silvio Escobar.
Ia mengatakan, teman-temannya termasuk ia sendiri mengalami trauma akibat banyak yang cedera saat bercokol melawan tim dari Papua.
"Tiba-tiba (para pemain) enggak mau ke Papua karena takut mereka, kenapa? Papah kalau kita ke sana sudah kalah pasti," terang dia.
Load more