tvOnenews.com - Lebaran Idul Fitri adalah momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Hari raya ini menjadi waktu yang penuh kebahagiaan, diisi dengan silaturahmi, berbagi rezeki, dan mempererat tali persaudaraan.
Namun, ada beberapa tradisi Lebaran di Indonesia yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan sebaiknya dihindari. Apa saja tradisi tersebut? Mari kita bahas lebih lanjut.
Dalam Islam, diajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan. Namun kadang ada yang justru menjadikan Idul Fitri sebagai ajang untuk membeli pakaian baru, makanan mewah, dan berbagai kebutuhan lain secara berlebihan. Rasulullah SAW bersabda:
"Makan dan minumlah, berpakaianlah, serta bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Berbelanja secukupnya dan sesuai kebutuhan adalah cara terbaik agar tidak terjebak dalam sifat konsumtif yang dilarang dalam Islam.
Tidak sedikit orang yang rela memiliki utang demi tampil lebih mewah saat Lebaran. Hutang yang dilakukan hanya untuk memenuhi gengsi justru bisa menjadi beban di masa depan. Islam mengajarkan bahwa utang hanya boleh dilakukan dalam keadaan mendesak dan harus berusaha melunasinya dengan tanggung jawab.
"Ruh seorang mukmin tergantung dengan hutangnya, hingga hutangnya dibayarkan." (HR. Tirmidzi)
Daripada memiliki utang, lebih baik menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi ekonomi yang dimiliki.
Lebaran identik dengan makanan melimpah, mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun, sering kali makanan yang berlebihan justru berakhir menjadi sampah. Islam melarang perilaku mubazir karena termasuk sifat setan.
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Isra: 27)
Sebagai umat Muslim, kita seharusnya mengambil secukupnya dan berbagi dengan yang membutuhkan.
Silaturahmi saat Lebaran memang dianjurkan, tetapi perlu diperhatikan batasan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Sering kali dalam acara keluarga atau open house, terjadi ikhtilat (bercampurnya laki-laki dan perempuan tanpa hijab yang benar), yang dikhawatirkan menimbulkan fitnah dan dosa.
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ
Artinya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang mereka perbuat.
(QS. An-Nur: 30)
Maka dari itu, perhatikan adab dalam pergaulan saat Lebaran agar tetap sesuai dengan syariat Islam.
Tradisi sungkeman dan bersalaman sudah menjadi bagian dari budaya Lebaran di Indonesia. Namun, dalam Islam, tidak diperbolehkan bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram karena dapat menimbulkan fitnah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR. An-Nasa’i)
Sebagai alternatif, kita bisa mengungkapkan permohonan maaf dengan lisan tanpa harus melakukan kontak fisik.
Ziarah kubur diperbolehkan dalam Islam, terutama untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah meninggal. Namun, jika ziarah kubur diikuti oleh tradisi yang melenceng misalnya meminta keberkahan dari orang yang telah meninggal, atau melakukan ritual tertentu yang tidak ada dalilnya dalam Islam itu tidak diperbolehkan.
Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dengan doa yang benar:
"Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, bebaskan mereka, dan maafkanlah mereka." (HR. Muslim)
Hindari amalan yang tidak sesuai dengan sunnah agar tetap dalam tuntunan Islam yang benar.
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah di bulan Ramadhan, semestinya semangat beribadah tetap dipertahankan. Sayangnya, banyak orang yang justru menghabiskan waktu Lebaran dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti mengobrol tanpa faedah bahkan malah menggunjing orang lain, bermain game berlebihan, atau melakukan kegiatan yang melalaikan dari ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
Daripada ngobrol tidak berfaedah, lebih baik mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan tetap menjalankan ibadah sunnah.
Itulah hal-hal yang sebaiknya diingat oleh setiap Muslim saat Lebaran Idul Fitri, sebuahmomen kebahagiaan yang harus dirayakan sesuai dengan syariat Islam. Hindari kebiasaan yang berlebihan dan tradisi yang bertentangan dengan ajaran Islam agar Lebaran benar-benar menjadi hari kemenangan yang penuh berkah. Mari rayakan Idul Fitri dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.
Semoga kita semua diberikan keberkahan dan kesempatan untuk merayakan Lebaran dengan cara yang benar sesuai tuntunan agama. Aamiin.
Load more